Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Fa'lataka (فَعْلَتَكَ): perbuatanmu yang besar dan mengerikan, yaitu tindakan membunuh seseorang.
- Al-Kafirin (الْكَافِرِينَ): di sini maknanya adalah orang-orang yang mengingkari nikmat dan tidak mengakui kebaikan yang telah diberikan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Fir'aun yang penuh kesombongan dan pengingkaran terhadap nikmat. Fir'aun berkata kepada Nabi Musa 'alaihissalam dengan nada mengungkit-ungkit kebaikan: "Bukankah kami telah mengasuhmu sejak kecil di istana kami? Bukankah engkau tumbuh besar dalam pemeliharaan dan perhatian kami? Lalu engkau membalas semua kebaikan itu dengan melakukan perbuatan yang sangat buruk—engkau membunuh seorang lelaki dari kaum kami dengan pukulanmu. Dan engkau termasuk orang-orang yang mengingkari nikmat kami dan tidak mengakui keutamaan kami atas dirimu."
Fir'aun mencoba menjadikan pengasuhan dan perlindungannya sebagai alasan untuk menundukkan Nabi Musa, seolah-olah dengan itu Musa berhutang budi dan harus tunduk kepadanya. Namun sesungguhnya, apa yang dilakukan Fir'aun hanyalah wasilah dari takdir Allah—bahwa Musa akan tumbuh di istana musuhnya agar kelak menjadi kekuatan bagi agama Allah. Adapun peristiwa terbunuhnya seorang Qibthi (orang Mesir) yang terjadi sebelum Musa diangkat menjadi nabi adalah tindakan yang tidak disengaja, dan Musa segera memohon ampun kepada Rabbnya atas hal itu.
Fir'aun yang sombong tidak menyadari bahwa nikmat yang hakiki adalah milik Allah semata. Dialah yang membolak-balikkan hati dan mengatur segala urusan. Adapun manusia, apa pun yang mereka berikan hanyalah titipan dan ujian belaka.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Fir'aun menggunakan "jasa baiknya" untuk menekan seorang nabi yang mulia. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: janganlah sekali-kali kita mengungkit-ungkit kebaikan kepada orang lain, apalagi menjadikannya sebagai alat untuk merendahkan atau memaksa mereka. Allah Ta'ala berfirman: *"Janganlah kamu menghilangkan (pahala) amalmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)."* (QS. Al-Baqarah: 264).
Dan ingatlah, wahai hamba Allah yang dicintai—ketika engkau berbuat baik karena Allah, maka simpanlah kebaikanmu itu antara engkau dan Rabbmu. Janganlah ia menjadi bumerang yang menghapus pahalamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat dan Maha Membalas setiap kebaikan, sekecil apa pun, di sisi-Nya. Sungguh, orang yang ikhlas tidak akan pernah rugi di sisi Allah, dan orang yang mengungkit-ungkit kebaikan justru akan kehilangan ganjaran di sisi-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang ikhlas, bersih hati, dan jauh dari sifat sombong serta suka mengungkit-ungkit kebaikan. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 19
Surat Asy-Syu'ara Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan…Surat Ayat 19/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








