Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- وَلِيدًا artinya anak kecil yang masih kecil, bayi atau anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
- لَبِثْتَ artinya kamu tinggal atau berdiam.
- مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ artinya sebagian dari usiamu, yaitu beberapa tahun.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Fir'aun kepada Nabi Musa 'alaihissalam. Fir'aun berkata dengan nada sombong dan penuh rasa bangga: "Bukankah kami telah mengasuhmu di tengah-tengah kami sejak kamu masih kecil?" Ia mengungkit-ungkit jasa yang ia rasakan telah ia berikan kepada Musa, bahwa Musa tumbuh besar di istana Fir'aun, dalam asuhan dan perlindungannya. Fir'aun juga mengingatkan bahwa Musa telah tinggal bersamanya selama bertahun-tahun dari usianya, hidup dalam kemewahan dan kekuasaan Fir'aun.
Fir'aun berkata demikian sebagai bentuk protes dan keheranannya terhadap dakwah Musa yang mengajak kepada tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala. Ia merasa bahwa segala kebaikan yang telah ia berikan kepada Musa seharusnya membuat Musa tunduk dan patuh kepadanya, bukan malah menentang dan mengajaknya menyembah Allah semata. Padahal, semua nikmat yang ada di tangan Fir'aun hanyalah titipan Allah yang Maha Kuasa, dan Musa 'alaihissalam adalah utusan Allah yang mulia yang tidak akan goyah oleh buaian kenikmatan duniawi.
Dalam ayat ini juga tersirat bahwa Fir'aun menganggap dirinya sebagai pemberi nikmat kepada Musa, sehingga ia merasa berhak untuk menuntut kesetiaan dan kepatuhan. Namun Musa 'alaihissalam dengan tegas dan bijaksana menjawab bahwa semua itu adalah nikmat dari Allah, dan justru ia adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran.
Nasihat dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: janganlah sekali-kali kita merasa bangga dan sombong dengan kebaikan yang kita berikan kepada orang lain, apalagi sampai menganggap diri kita lebih tinggi dan berhak untuk ditaati. Sesungguhnya segala nikmat dan kemampuan yang kita miliki hanyalah berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah-lah yang memberi, Allah pula yang menahan.
Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa seorang mukmin yang sejati tidak akan goyah oleh buaian dunia, tidak gentar oleh kekuasaan, dan tidak silau oleh kemewahan. Nabi Musa 'alaihissalam telah memberikan teladan terbaik: ia tetap berdiri di atas kebenaran meskipun berhadapan dengan penguasa yang zalim dan penuh tipu daya. Mari kita jadikan keteguhan Nabi Musa sebagai inspirasi dalam menegakkan kebenaran di mana pun kita berada. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam. Aamiin.
📜 Ayat 16-20 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 18
Surat Asy-Syu'ara Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Fir'aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami,…Surat Ayat 18/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








