Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- أَلَمْ تَرَ (Alam tara): Tidakkah engkau melihat/mengetahui? Ini adalah pertanyaan retoris yang bertujuan menegaskan dan mengagungkan perkara yang disebutkan.
- كُلِّ وَادٍ (Kulli wadin): Setiap lembah. Maksudnya adalah berbagai arah dan tema dalam syair.
- يَهِيمُونَ (Yahīmūn): Mereka berkelana kebingungan tanpa arah dan tujuan yang jelas, seperti orang yang berjalan tanpa tujuan di padang pasir.
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, tidakkah engkau melihat dan merenungkan keadaan para penyair yang sesat itu? Mereka adalah orang-orang yang berkelana dalam setiap lembah kebatilan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Mereka tidak konsisten pada satu pendirian, melainkan berubah-ubah mengikuti hawa nafsu dan kepentingan mereka.
Terkadang mereka melontarkan pujian yang berlebihan kepada orang-orang yang tidak layak dipuji, dan di waktu yang lain mereka mencela serta merendahkan orang-orang yang justru layak dihormati. Terkadang mereka berkata jujur, namun lebih sering mereka berkata dusta. Terkadang mereka bersenandung dengan syair-syair cinta yang membangkitkan syahwat, dan di kesempatan lain mereka melontarkan sindiran serta ejekan yang menyakitkan. Mereka juga gemar merusak kehormatan orang lain, mencela nasab, dan menuduh wanita-wanita suci dengan kebohongan yang keji.
Yang lebih parah lagi, mereka sering kali mengucapkan sesuatu yang tidak mereka lakukan sendiri. Mereka memuji-muji kebatilan dan merendahkan kebenaran, semata-mata untuk mencari popularitas dan keuntungan duniawi.
Sungguh, ini adalah gambaran yang sangat jelas tentang kesesatan mereka. Mereka seperti orang yang tersesat di padang pasir, berjalan ke sana ke mari tanpa petunjuk, tidak tahu arah yang benar. Mereka tidak memiliki prinsip dan pegangan yang kokoh dalam berkata-kata.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa pentingnya menjaga lisan dan perkataan kita. Seorang mukmin sejati adalah yang konsisten antara ucapan dan perbuatan, serta selalu berada di atas kebenaran. Ia tidak berubah-ubah seperti wayang yang digerakkan oleh kepentingan sesaat.
Islam sangat memuliakan keindahan kata-kata, namun keindahan itu harus dibangun di atas fondasi kejujuran dan kebenaran. Rasulullah ﷺ sendiri pernah bersabda bahwa sebagian syair itu benar-benar mengandung hikmah yang mulia. Namun, yang tercela adalah syair yang mengajak kepada kebatilan, merusak moral, dan menjauhkan manusia dari Allah.
Maka jadilah hamba yang istiqamah, yang ucapannya selaras dengan perbuatannya, dan yang selalu berada di jalan kebenaran. Karena sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang konsisten dalam kebaikan, dan membenci orang-orang yang berkelana dalam kebatilan tanpa arah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang jujur dan istiqamah, serta menjauhkan kita dari sifat-sifat para penyair sesat yang digambarkan dalam ayat ini. Aamiin.
📜 Ayat 223-227 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 225
Surat Asy-Syu'ara Ayat 225 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,Surat Ayat 225/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 223–227. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








