Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- فَإِنَّهُمْ (fa innahum): Maka sesungguhnya mereka (berhala-berhala yang disembah).
- عَدُوٌّ لِّي (aduwun lī): Musuh bagiku; maksudnya adalah musuh yang nyata permusuhannya.
- إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ (illā rabbal-'ālamīn): Kecuali Tuhan semesta alam; ini adalah pengecualian yang terputus (istitsnā' munqathi'), karena Tuhan tidak termasuk dalam kelompok berhala yang disebutkan.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Nabi Ibrahim 'alaihissalam dengan tegas dan penuh keyakinan menyatakan sikapnya terhadap segala sesembahan selain Allah. Beliau berkata: "Maka sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah itu adalah musuh bagiku." Ini adalah pernyataan pemutusan hubungan total dari segala bentuk kesyirikan. Berhala-berhala itu adalah musuh karena ia menjadi sebab kesesatan manusia, menjauhkan mereka dari Allah, dan tidak mampu memberikan manfaat maupun menolak mudarat. Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, tidak bisa menolong, dan bahkan tidak bisa menolak gangguan seekor lalat pun dianggap sebagai sesembahan?
Akan tetapi, ada satu pengecualian dalam pernyataan Ibrahim ini, yaitu "Rabbul-'alamin" — Tuhan yang memelihara dan menguasai seluruh alam. Ini adalah pengecualian yang terputus, karena Allah tidak disamakan dengan berhala-berhala itu. Maknanya: semua sesembahan itu adalah musuh bagiku, tetapi Allah Rabbul-'alamin adalah Pelindungku, Penolongku, dan satu-satunya yang aku sembah dengan penuh kecintaan dan pengagungan.
Lihatlah betapa indahnya akidah Nabi Ibrahim! Beliau memisahkan secara tegas antara yang hak dan yang batil. Segala sesuatu selain Allah adalah batil dan layak dimusuhi, sedangkan Allah adalah kebenaran mutlak yang layak dicintai dan disembah. Inilah inti dari kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh" — tidak ada sesembahan yang benar selain Allah.
Saudaraku, renungkanlah! Jika Nabi Ibrahim yang merupakan kekasih Allah (Khalilullah) saja memusuhi segala sesembahan selain Allah, maka sudah seharusnya kita pun bersikap sama. Kita harus berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan, baik syirik dalam ibadah, syirik dalam niat, maupun syirik dalam ketaatan. Dan sebaliknya, kita harus mendekatkan diri kepada Allah Rabbul-'alamin dengan penuh cinta, harap, dan takut kepada-Nya.
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya berlepas diri dari kebatilan dan para pelakunya. Ketika kita meninggalkan kemaksiatan dan perbuatan dosa, sesungguhnya kita sedang memusuhi setan dan hawa nafsu yang menjadi musuh terbesar kita. Dan ketika kita beribadah kepada Allah, sesungguhnya kita sedang berada di jalan yang lurus, jalan yang ditempuh oleh para nabi dan orang-orang saleh.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas, yang memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan yang tampak maupun yang tersembunyi. Aamiin.
📜 Ayat 75-79 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 77
Surat Asy-Syu'ara Ayat 77 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali…Surat Ayat 77/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 75–79. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








