Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- فَلَا يَحْزُنكَ : Janganlah membuatmu (wahai Rasulullah) bersedih atau berduka.
- مَرْجِعُهُمْ : Tempat kembali mereka, yaitu kepada Allah semata.
- فَنُنَبِّئُهُم : Maka Kami akan memberitahukan kepada mereka (segala amal perbuatan mereka).
- بِذَاتِ الصُّدُورِ : Segala isi hati, berupa keyakinan, niat, dan hal-hal tersembunyi yang ada di dalam dada.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, janganlah engkau bersedih hati terhadap orang-orang yang kufur kepada Allah dan mendustakan risalahmu. Engkau telah menunaikan kewajibanmu dengan sempurna—menyampaikan dakwah, memberi peringatan, dan menunjukkan jalan yang lurus. Adapun hidayah dan keimanan, itu sepenuhnya urusan Allah. Kekufuran mereka sama sekali tidak akan merugikanmu, dan engkau tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan mereka.
Sesungguhnya kepada Allah-lah tempat kembali mereka yang kekal, baik di dunia maupun di akhirat. Pada hari kiamat kelak, Allah akan memberitahukan kepada mereka segala amal perbuatan yang pernah mereka lakukan di dunia—baik yang tampak maupun yang tersembunyi—lalu Allah akan membalas mereka dengan balasan yang setimpal. Tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengetahuan Allah, karena Allah Maha Mengetahui segala isi hati yang tersembunyi di dalam dada. Apa yang mereka sembunyikan berupa kekufuran, kemunafikan, dan kecenderungan mengikuti setan, semuanya diketahui oleh Allah dan akan diperhitungkan dengan adil.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Ketika kita berdakwah mengajak kebaikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari kemungkaran, maka janganlah kita bersedih atau putus asa apabila ada orang yang menolak kebenaran. Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan ikhlas dan penuh hikmah, sedangkan hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah.
Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Tidak ada niat, tidak ada perasaan, tidak ada keburukan yang tersembunyi di dalam dada melainkan semuanya diketahui oleh Allah. Maka hendaknya kita senantiasa menjaga hati kita, membersihkannya dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, sombong, dan riya. Sebaliknya, isilah hati kita dengan keimanan, keikhlasan, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kasih sayang kepada sesama.
Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan atas penolakan orang lain, tetapi tetap berbuat baik dan terus berdoa. Sungguh, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan senantiasa optimis, karena ia yakin bahwa Allah Maha Adil dan tidak akan pernah menyia-nyiakan amal kebaikan sekecil apa pun. Mari kita jadikan ayat ini sebagai penguat semangat dalam berdakwah dan beramal saleh, serta senantiasa memperbaiki kualitas hati kita di hadapan Allah Yang Maha Melihat lagi Maha Mengetahui.
📜 Ayat 21-25 — Luqman
Terjemah — Luqman 23
Surat Luqman Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada…Surat Ayat 23/34 — Luqman لقمان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Luqman Dengarkan, Luqman Terjemah, Luqman mp3, Luqman pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








