As-Saffat · 85/182
Terjemah Transliterasi — As-Saffat
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ ۝٨٥
Iz qaala li abeehi wa qawmihee maazaa ta`budoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu?
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • إِذْ قَالَ: Ingatlah ketika beliau berkata.
  • لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ: Kepada ayahnya (Azar) dan kaumnya yang menyembah berhala.
  • مَاذَا تَعْبُدُونَ: Apa yang kalian sembah? Ini adalah pertanyaan pengingkaran dan teguran.

Tafsir:

Ayat yang mulia ini mengisahkan kepada kita tentang perjuangan Nabi Ibrahim 'alaihissalam, salah seorang nabi yang mengikuti jejak dan ajaran Nabi Nuh 'alaihissalam. Beliau adalah teladan dalam ketauhidan dan keikhlasan. Allah memuji beliau karena datang menghadap kepada Tuhannya dengan hati yang bersih, suci dari segala keyakinan yang batil dan akhlak yang tercela.

Dalam ayat ini, Allah mengabadikan perkataan Nabi Ibrahim yang penuh makna ketika beliau berkata kepada ayahnya dan kaumnya dengan nada mengingkari dan mencela perbuatan mereka: "Apakah yang kalian sembah?" Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan untuk mencari informasi, tetapi pertanyaan yang menusuk hati, menggugah akal, dan mengajak mereka untuk berpikir sejenak. Beliau ingin menyadarkan mereka dari kelalaian yang sangat besar, yaitu menyembah sesuatu yang tidak layak disembah.

Pertanyaan ini adalah pembuka dakwah yang sangat cerdas. Beliau tidak langsung menghina sesembahan mereka, tetapi mengajak mereka merenung: "Apa sebenarnya yang kalian sembah itu? Apakah ia layak untuk disembah?" Kemudian beliau melanjutkan dengan pertanyaan yang lebih dalam: "Apakah kalian menginginkan tuhan-tuhan buatan yang kalian ciptakan sendiri dengan tangan kalian, lalu kalian menyembahnya, dan kalian tinggalkan ibadah kepada Allah Yang Maha Pencipta, Yang Maha Esa, yang berhak menerima ibadah semata-mata hanya untuk-Nya?"

Saudaraku, renungkanlah! Betapa besarnya kasih sayang Nabi Ibrahim kepada kaumnya. Beliau tidak tinggal diam melihat mereka tersesat dalam kegelapan syirik. Beliau berani berkata benar di hadapan ayah dan kaumnya, meskipun itu berat. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: dakwah harus dimulai dari orang terdekat, dengan cara yang bijaksana, penuh cinta, dan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang membangunkan hati.

Ayat ini juga mengingatkan kita tentang bahaya syirik. Syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni oleh Allah jika pelakunya mati dalam keadaan tersebut. Oleh karena itu, marilah kita jaga kemurnian tauhid kita, perbaiki niat kita, dan pastikan bahwa seluruh ibadah kita hanya tertuju kepada Allah semata. Jangan sampai kita terjerumus dalam kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, seperti riya' (pamer) dan sum'ah (ingin didengar orang).

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan istiqamah di atas jalan tauhid, sebagaimana Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 83-87 — As-Saffat

83۞ وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ
Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).
84إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci:
85إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ
(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu?
86أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ
Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?
87فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"
As-SaffatIndeks Quran
182Ayat
MakkiyahRevelation
85Ayat

Terjemah — As-Saffat 85

Surat As-Saffat Ayat 85 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang…

Surat Ayat 85/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 83–87. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu