Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Nusyuz: Sikap tinggi hati atau berpalingnya suami dari istrinya, baik karena merasa lebih mulia, lebih kuat, atau tidak lagi tertarik kepada istrinya.
- I'radh: Berpalingnya suami dari istrinya, seperti mengurangi nafkah, tidak lagi memberikan perhatian, atau menjauhkan wajahnya.
- Junah: Dosa atau halangan syar'i.
- Syuhh: Sifat kikir yang berlebihan, yaitu kecenderungan jiwa untuk selalu ingin memiliki dan enggan memberi atau berkorban.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum muslimin, ayat yang mulia ini turun untuk memberikan solusi indah bagi pasangan suami istri yang sedang menghadapi ujian dalam rumah tangganya. Apabila seorang istri merasa khawatir bahwa suaminya mulai bersikap tinggi hati, berpaling darinya, atau tidak lagi memberikan hak-haknya sebagaimana mestinya, maka Allah memberikan kelapangan: tidak ada dosa bagi keduanya untuk mengadakan perdamaian dengan cara yang saling meridhai. Misalnya, sang istri dengan ikhlas merelakan sebagian haknya—seperti bagian giliran malam atau besaran nafkah—demi menjaga keutuhan rumah tangga dan menghindari perceraian.
Perdamaian ini jauh lebih baik daripada perpisahan atau pertengkaran yang berkepanjangan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui bahwa jiwa manusia itu diciptakan dengan kecenderungan untuk kikir dan enggan berkorban. Setiap pasangan pasti ingin mendapatkan haknya secara penuh. Namun, di sinilah letak keutamaannya: melatih jiwa untuk bersikap lapang dada, saling memahami, dan mengutamakan kasih sayang di atas ego masing-masing.
Dan jika kalian berbuat baik dalam memperlakukan pasangan kalian, serta bertakwa kepada Allah dengan menjaga hak-hak-Nya dan hak-hak sesama, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat segala amal perbuatan kalian. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, dan Dia akan membalas setiap kebaikan dengan balasan yang terbaik.
Pesan Dakwah:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa Islam sangat menjaga keutuhan keluarga. Perceraian adalah perkara yang dibenci Allah, kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. Maka dari itu, Islam membuka pintu perdamaian seluas-luasnya. Sikap saling mengalah, saling memahami, dan berkorban demi keutuhan rumah tangga adalah akhlak mulia yang sangat dicintai Allah. Ingatlah wahai para suami dan istri, bahwa rumah tangga yang dibangun di atas keikhlasan dan ketakwaan akan melahirkan ketenangan dan keberkahan. Jangan biarkan sifat kikir dan egois merusak keharmonisan yang telah Allah anugerahkan. Jadikanlah ayat ini sebagai pedoman hidup, niscaya keluarga kalian akan menjadi sakinah, mawaddah, dan rahmah.
📜 Ayat 126-130 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 128
Surat An-Nisa Ayat 128 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak…Surat Ayat 128/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 126–130. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








