Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Syubbiha lahum: Artinya, dibuat samar bagi mereka; Allah menyerupakan seorang laki-laki lain dengan Nabi Isa 'alaihis salam sehingga mereka mengira orang itulah Isa.
- Yaqinan: Artinya, dengan keyakinan yang pasti dan benar.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan kebohongan besar kaum Yahudi yang menjadi salah satu sebab laknat dan kehinaan mereka. Mereka dengan sombong dan penuh ejekan berkata, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah." Mereka menyebutnya "Rasul Allah" bukan untuk menghormatinya, melainkan sebagai bentuk olok-olok dan penghinaan, sebagaimana kebiasaan mereka terhadap para nabi.
Namun, Allah Yang Maha Kuasa segera membantah klaim mereka dengan tegas: "Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya." Allah menjelaskan bahwa apa yang mereka anggap sebagai kemenangan itu hanyalah ilusi belaka. Yang terjadi adalah Allah menyerupakan seorang laki-laki lain dengan Isa 'alaihis salam, lalu orang itulah yang mereka tangkap dan salib, sementara Isa sendiri telah diangkat oleh Allah ke langit dengan selamat.
Ayat ini kemudian mengungkap fakta menarik: orang-orang yang berselisih tentang nasib Isa—apakah dibunuh, disalib, atau diangkat—sebenarnya berada dalam keraguan yang mendalam. Mereka tidak memiliki ilmu yang pasti tentang hal ini. Yang mereka miliki hanyalah prasangka dan dugaan kosong. Allah menegaskan dengan tegas: "Dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin." Artinya, mereka sendiri tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu benar-benar Isa.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa Allah selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang shalih dan membela para rasul-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu mengalahkan kehendak Allah. Kaum Yahudi telah merencanakan pembunuhan keji terhadap Nabi Isa, namun Allah menggagalkan rencana mereka dengan cara yang sangat menakjubkan—mengangkat Isa ke sisi-Nya dan menyerupakan orang lain dengan dirinya.
Ini menunjukkan betapa agungnya kekuasaan Allah. Jika Allah melindungi seseorang, tidak ada seorang pun yang dapat mencelakakannya. Maka, jadilah hamba yang selalu bertawakal kepada Allah, karena Dialah sebaik-baik pelindung. Jangan pernah takut kepada makar manusia, karena makar Allah jauh lebih dahsyat dan sempurna.
Kisah ini juga mengingatkan kita untuk tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya. Kaum Yahudi dan Nasrani saja berselisih dan ragu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Isa, karena mereka hanya mengikuti prasangka. Sebagai umat Islam, kita bersyukur karena Allah telah memberikan petunjuk yang jelas melalui Al-Qur'an. Kita tidak perlu ragu: Isa 'alaihis salam tidak dibunuh dan tidak disalib, melainkan diangkat oleh Allah ke langit, dan kelak ia akan turun kembali ke bumi di akhir zaman untuk menegakkan keadilan dan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Marilah kita jadikan keyakinan ini sebagai penguat iman kita. Sesungguhnya kebenaran datangnya dari Allah, dan barang siapa berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, maka ia telah berpegang kepada tali yang tidak akan putus. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 155-159 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 157
Surat An-Nisa Ayat 157 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,…Surat Ayat 157/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 155–159. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








