Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ar-Rāsikhūna fī al-‘Ilmi: Orang-orang yang mendalam dan kokoh ilmunya, tidak mudah goyah oleh syubhat (keraguan) dan tidak mudah tertipu oleh kebatilan.
- Al-Muqīmina aṣ-Ṣalāh: Orang-orang yang menegakkan shalat dengan sempurna, menjaga waktu-waktunya, rukun-rukunnya, dan syarat-syaratnya.
- Al-Mu'tūna az-Zakāh: Orang-orang yang menunaikan zakat harta mereka sebagaimana yang diperintahkan.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan sikap buruk sebagian Ahli Kitab yang menyimpang dan berpaling dari kebenaran, Allah kemudian memuji golongan yang lain dari kalangan mereka yang berpegang teguh pada ilmu dan iman. Allah berfirman: "Akan tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka"—yakni dari kalangan Ahli Kitab yang telah diberi taufik oleh Allah, seperti Abdullah bin Salam dan para sahabatnya yang masuk Islam—"serta orang-orang mukmin"—dari kalangan Muhajirin dan Anshar—"mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu"—yaitu Al-Qur'an yang mulia—"dan apa yang telah diturunkan sebelummu"—yaitu kitab-kitab suci terdahulu seperti Taurat, Injil, Zabur, dan seluruh wahyu Allah kepada para nabi-Nya.
Mereka tidak membeda-bedakan antara rasul-rasul Allah, semuanya mereka imani dan mereka benarkan. Mereka juga menegakkan shalat dengan penuh khusyuk dan ikhlas, menunaikan zakat dari harta mereka, dan beriman kepada Allah dengan iman yang benar yang tidak tercampuri kesyirikan, serta beriman kepada hari akhirat—yakni hari kebangkitan, hisab, dan pembalasan. Mereka yakin bahwa segala amal perbuatan akan diperhitungkan dan dibalas dengan adil.
Orang-orang yang memiliki sifat-sifat mulia inilah yang dijanjikan oleh Allah: "Mereka itu akan Kami berikan pahala yang sangat besar"—yaitu surga yang penuh kenikmatan, keridhaan Allah, dan keberuntungan yang abadi.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah memuji orang-orang yang menggabungkan antara ilmu yang mendalam dan iman yang kokoh. Ilmu tanpa iman akan melahirkan kesombongan, dan iman tanpa ilmu akan mudah tersesat. Namun ketika keduanya bersatu dalam diri seorang hamba, maka ia akan menjadi pribadi yang teguh, tidak mudah goyah oleh fitnah zaman, dan senantiasa berada di atas petunjuk.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita bahwa amal ibadah seperti shalat dan zakat adalah bukti nyata dari keimanan. Iman bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi harus dibuktikan dengan ketaatan dan kepedulian terhadap sesama. Shalat menghubungkan kita dengan Allah, dan zakat menghubungkan kita dengan hamba-hamba Allah. Keduanya adalah pilar kebahagiaan dunia dan akhirat.
Marilah kita berusaha menjadi hamba-hamba Allah yang mendalam ilmunya, teguh imannya, istiqamah dalam ibadah, dan dermawan dalam berbagi. Karena janji Allah itu pasti: pahala yang sangat besar menanti mereka yang beriman dan beramal saleh. Sungguh, tidak ada kerugian bagi orang yang mengorbankan sebagian hartanya di jalan Allah, karena apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapat kemuliaan ini. Aamiin.
📜 Ayat 160-164 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 162
Surat Ayat 162/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 160–164. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








