Terjemahan — Tafsir
Makna Perkataan:
- قَصَصْنَاهُمْ - Kami ceritakan kepada kamu kisah-kisah mereka.
- لَمْ نَقْصُصْهُمْ - Kami tidak ceritakan kepada kamu kisah-kisah mereka.
- تَكْلِيمًا - Percakapan secara langsung dan hakiki (bentuk mashdar untuk pengukuhan).
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, Allah telah mengutus para rasul sebelum kamu. Sebahagian daripada mereka, Allah ceritakan kisah-kisah mereka di dalam Al-Quran kepadamu, seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan lain-lain. Dan sebahagian lagi, Allah tidak ceritakan kisah mereka kepadamu, kerana mengandungi hikmah yang hanya Allah mengetahuiinya. Ini menunjukkan betapa banyaknya para nabi dan rasul yang diutuskan Allah kepada umat manusia sepanjang sejarah, sebagai bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Kemudian Allah menyebut satu keistimewaan yang sangat agung, iaitu Allah telah berbicara secara langsung kepada Nabi Musa tanpa perantaraan. Ini adalah satu kemuliaan dan penghormatan khusus yang Allah berikan kepada Nabi Musa. Firman Allah: "وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا" — "Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung." Perkataan "تَكْلِيمًا" dalam bentuk mashdar berfungsi untuk mengukuhkan makna, iaitu benar-benar terjadi percakapan yang hakiki antara Allah dan Nabi Musa. Ini membatalkan dakwaan sesetengah golongan yang mengatakan bahawa Allah hanya menciptakan suara pada pokok, lalu Musa mendengarnya. Bahkan, Allah benar-benar berkata-kata dengan Musa dengan kalam yang sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa kita mengetahui hakikatnya.
Ayat ini juga menegaskan penetapan sifat Kalam (Berkata-kata) bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagai salah satu sifat kesempurnaan-Nya, dengan cara yang layak bagi keagungan-Nya, tidak sama dengan percakapan makhluk.
Pengajaran dan Seruan:
Wahai saudara seislam, renungkanlah kebesaran Allah yang Maha Berkuasa. Dia yang menciptakan seluruh alam ini, masih lagi menyampaikan risalah-Nya kepada manusia melalui para rasul pilihan-Nya. Ini menunjukkan betapa Allah sangat mengambil berat tentang petunjuk untuk hamba-hamba-Nya. Maka, sudah sepantasnya kita bersyukur dengan nikmat iman dan Islam ini, dan berusaha untuk memahami serta mengamalkan ajaran Al-Quran dan Sunnah dalam kehidupan seharian.
Kisah Nabi Musa yang dimuliakan dengan kalam Allah secara langsung ini seharusnya menambahkan kecintaan kita kepada para nabi dan rasul, serta mendorong kita untuk meneladani kesabaran dan keteguhan mereka dalam menyampaikan kebenaran. Semoga Allah mengurniakan kita keikhlasan dalam beramal dan kecintaan kepada para nabi-Nya, serta mempertemukan kita dengan mereka di syurga kelak. Aamiin.
📜 Ayat 162-166 — Surah An-Nisa
Terjemahan — An-Nisa 164
Surah An-Nisa Ayat 164 - Baca, Dengar, Terjemahan, Melayu : Dan (Kami telah mengutuskan) beberapa orang Rasul yang telah Kami…Surah Ayat 164/176 — Surah An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengar Terjemahan (Melayu). Dengar: Surah An-Nisa Dengar, Surah An-Nisa Terjemahan, Surah An-Nisa mp3, Surah An-Nisa pdf. Ayat 162–166. Dalam Bahasa Melayu: Bahasa Indonesia.
Al-Quran
Tuesday, September 8, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baik anda








