Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَبْخَلُونَ (yabkhalūn): Mereka bersikap kikir, yaitu menahan diri dari menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia dalam hal harta.
- وَيَكْتُمُونَ (wayaktumūn): Mereka menyembunyikan dan tidak menampakkan.
- مَا آتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ (mā ātāhumullāhu min faḍlih): Nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka, baik berupa harta, ilmu, maupun pengetahuan tentang kebenaran.
- عَذَابًا مُهِينًا (ʿadhāban muhīnan): Siksa yang menghinakan dan merendahkan mereka di hadapan makhluk.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sebagian sifat buruk manusia yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka itu adalah orang-orang yang bersikap kikir dengan harta yang telah Allah karuniakan kepada mereka, padahal Allah telah memerintahkan mereka untuk menafkahkan sebagian darinya di jalan kebaikan. Mereka tidak hanya kikir untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka juga berusaha mempengaruhi orang lain agar berlaku kikir, dengan perkataan maupun perbuatan mereka. Mereka mengajak manusia untuk menahan hak Allah dan tidak berinfak di jalan kebaikan.
Lebih parah lagi, mereka menyembunyikan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka. Mereka menutup-nutupi kebenaran yang mereka ketahui, baik itu berupa ilmu, petunjuk, atau kabar tentang datangnya Nabi Muhammad ﷺ yang telah disebutkan dalam kitab-kitab mereka. Mereka tidak mau menjelaskan kebenaran kepada manusia, bahkan mereka menampakkan kebatilan dan menyembunyikan yang hak. Sifat-sifat semacam ini merupakan ciri khas orang-orang kafir dan munafik.
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa bagi mereka yang bersikap demikian—yang kikir, menyuruh orang lain kikir, dan menyembunyikan nikmat Allah—telah disediakan azab yang menghinakan, yaitu siksa yang merendahkan dan membuat mereka malu di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat kelak. Ini adalah balasan yang setimpal bagi mereka yang sombong dan enggan bersyukur atas nikmat Allah.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang dermawan dan pemurah, karena harta yang kita miliki hanyalah titipan Allah. Ketika kita bersedekah dan berinfak di jalan kebaikan, sesungguhnya kita sedang menabung untuk kehidupan akhirat yang kekal. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah berkurang harta karena sedekah" (HR. Muslim). Betapa indahnya jika kita menjadi orang yang gemar memberi, bukan orang yang gemar menahan dan menghalangi kebaikan.
Janganlah kita menjadi orang yang kikir, karena kekikiran adalah penyakit hati yang dapat menjerumuskan pemiliknya ke dalam kebinasaan. Dan lebih buruk lagi jika kita mengajak orang lain untuk berlaku kikir, karena itu berarti kita turut serta dalam dosa mereka. Sebaliknya, jadilah teladan yang baik dengan bersikap dermawan, karena dengan demikian kita akan dicintai oleh Allah dan sesama manusia.
Marilah kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah, baik nikmat harta, ilmu, maupun kesehatan. Jangan kita sembunyikan nikmat-nikmat itu, tetapi gunakanlah untuk kebaikan dan bagikanlah kepada orang lain. Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan kita, dan tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat kikir dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang dermawan dan dicintai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 35-39 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 37
Surat An-Nisa Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir,…Surat Ayat 37/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








