Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Mītsāq: Perjanjian yang kuat dan kokoh, ikatan yang mengikat.
- Lā tahwā anfusuhum: Sesuatu yang tidak disukai dan tidak diinginkan oleh hawa nafsu mereka.
- Farīqan: Sebagian kelompok.
- Yaqtulūn: Membunuh (dalam bentuk kata kerja berkelanjutan, menunjukkan kebiasaan mereka).
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita tentang sebuah fakta sejarah yang sangat penting, yaitu tentang Bani Israil. Allah telah mengambil perjanjian yang sangat kuat dari mereka, sebagaimana tercantum dalam kitab Taurat, untuk senantiasa mendengar dan menaati perintah-perintah Allah serta mengikuti rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah pun mengirimkan kepada mereka para rasul secara berturut-turut untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus dan menjelaskan syariat-Nya.
Namun, apa yang mereka lakukan? Mereka justru melanggar perjanjian tersebut dan mengikuti hawa nafsu mereka sendiri. Setiap kali seorang rasul datang membawa ajaran yang bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsu mereka, mereka menolaknya dengan keras. Sebagian rasul mereka dustakan, dan sebagian lagi mereka bunuh dengan keji. Ini adalah gambaran nyata tentang kesombongan dan keangkuhan mereka dalam menghadapi kebenaran.
Allah mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran berharga bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Kita diperingatkan agar tidak meniru sikap buruk Bani Israil tersebut. Jangan sampai kita menolak kebenaran hanya karena tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita. Jangan sampai kita mendustakan para ulama dan dai yang mengajak kita kepada kebaikan, apalagi sampai menyakiti atau memusuhi mereka.
Sungguh, sikap Bani Israil ini adalah cermin bagi kita semua. Betapa banyak di antara kita yang enggan menerima nasihat karena merasa dirinya sudah benar. Betapa banyak yang menolak ajakan kebaikan karena terikat dengan kepentingan duniawi. Padahal, kebenaran itu harus kita terima dari siapa pun datangnya, selama ia bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran agar kita senantiasa lapang dada dalam menerima kebenaran, rendah hati dalam belajar, dan istiqamah dalam menjalankan perintah Allah. Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut Allah dalam ayat ini, yang mendustakan sebagian rasul dan membunuh sebagian yang lain. Na'udzu billah min dzalik.
Semoga Allah membuka hati kita untuk selalu menerima kebenaran dan menjauhkan kita dari sifat sombong dan membangkang. Aamiin.
📜 Ayat 68-72 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 70
Surat Al-Maidah Ayat 70 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah…Surat Ayat 70/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 68–72. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








