Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḥasibū: Mereka menyangka atau mengira.
- Fitnah: Di sini bermakna azab atau hukuman atas dosa.
- Faʿamū wa Ṣammū: Mereka menjadi buta (dari kebenaran) dan tuli (dari mendengar nasihat).
- Tāba Allāhu ʿalayhim: Allah menerima tobat mereka.
- Baṣīr: Maha Melihat.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengisahkan tentang Bani Israil yang telah melakukan pelanggaran berat—melanggar perjanjian dengan Allah, mendustakan para rasul, bahkan membunuh nabi-nabi yang diutus kepada mereka. Mereka menyangka bahwa perbuatan durhaka itu tidak akan mendatangkan azab atau hukuman dari Allah. Mereka merasa aman dan lalai, seolah-olah Allah tidak akan memperhitungkan segala kejahatan mereka.
Karena kesombongan dan kelalaian itu, Allah menimpakan kepada mereka kebutaan hati dan ketulian pendengaran. Mereka tidak lagi mampu melihat kebenaran yang jelas, dan tidak mau mendengar seruan para nabi dengan hati yang menerima. Mereka berjalan dalam kegelapan, jauh dari petunjuk.
Namun, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak membiarkan mereka begitu saja. Setelah mereka ditimpa azab dan tersadar, mereka pun bertobat. Maka Allah menerima tobat mereka dengan karunia dan kelembutan-Nya. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah—Dia selalu membuka pintu tobat bagi hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.
Akan tetapi, sebagian besar dari mereka kemudian kembali lagi kepada kebutaan dan ketulian. Mereka berpaling dari kebenaran setelah sebelumnya telah diampuni. Mereka meminta hal yang mustahil, seperti melihat Allah dengan mata kepala, dan terus-menerus membangkang. Sungguh, ini adalah pelajaran berharga bagi kita: janganlah kita menjadi orang yang diberi kesempatan bertobat, lalu kembali lagi ke dalam kemaksiatan.
Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya: *"Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."* Ini adalah peringatan tegas bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah. Baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, semuanya dicatat dan akan dibalas dengan keadilan-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, kisah ini bukan sekadar sejarah masa lalu, melainkan cermin bagi kita semua. Betapa banyak di antara kita yang merasa aman dari azab Allah, lalu tenggelam dalam dosa dan maksiat? Ingatlah, Allah Maha Melihat setiap langkah kita. Jangan pernah meremehkan dosa kecil, karena ia bisa menjadi besar jika terus dipelihara.
Namun, di sisi lain, jangan pula berputus asa dari rahmat Allah. Pintu tobat selalu terbuka selama nyawa masih di kerongkongan. Allah menerima tobat hamba-Nya yang tulus, sebagaimana Dia menerima tobat Bani Israil. Maka, marilah kita perbanyak istighfar, jauhi maksiat, dan senantiasa memohon petunjuk agar hati kita tidak menjadi buta dan tuli terhadap kebenaran.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu bersyukur, bertobat, dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 69-73 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 71
Surat Al-Maidah Ayat 71 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap…Surat Ayat 71/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








