Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- أَفَتُمَارُونَهُ (Apakah kalian berbantah-bantahan dengannya): Berasal dari kata *al-mirā'* yang berarti berdebat, membantah, atau memperselisihkan sesuatu dengan keras.
- عَلَى مَا يَرَى (Tentang apa yang ia lihat): Maksudnya adalah apa yang telah disaksikan dan disaksikan oleh Nabi Muhammad ﷺ dengan mata kepalanya sendiri pada malam Isra' Mi'raj.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum musyrik Quraisy, apakah kalian masih tetap membantah dan mendebat Nabi Muhammad ﷺ tentang apa yang telah beliau saksikan dengan mata kepala beliau sendiri pada malam Isra' Mi'raj? Kalian mengingkari perjalanan suci beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit, serta mengingkari pertemuan beliau dengan Malaikat Jibril dalam wujud aslinya yang agung.
Padahal, apa yang beliau ﷺ sampaikan bukanlah khayalan atau mimpi kosong. Beliau benar-benar melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang menakjubkan. Beliau melihat Jibril 'alaihissalam dalam rupa aslinya yang memiliki 600 sayap yang memenuhi ufuk, di Sidratul Muntaha — sebuah pohon yang berada di langit ketujuh, tempat berakhirnya segala urusan yang naik dari bumi dan turun dari atasnya. Di dekatnya terdapat surga tempat tinggal yang dijanjikan bagi orang-orang bertakwa.
Ketika pohon Sidrah itu diliputi oleh sesuatu yang sangat agung dari perintah Allah, yang tidak seorang pun mampu menggambarkan keindahan dan keagungannya, mata Nabi ﷺ tidak berpaling ke kanan atau ke kiri, dan tidak pula melampaui apa yang diperintahkan untuk dilihat. Beliau ﷺ menunjukkan keteguhan dan ketaatan yang sempurna, serta keberanian yang luar biasa dalam menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Rabb-nya.
Beliau ﷺ juga menyaksikan surga dan neraka, serta berbagai keajaiban alam malakut yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah yang tak terbatas.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita tentang kedudukan mulia Nabi kita Muhammad ﷺ dan kebenaran peristiwa Isra' Mi'raj yang merupakan salah satu mukjizat terbesar beliau. Jika orang-orang musyrik kala itu membantah karena hati mereka tertutup oleh kesombongan dan keingkaran, maka kita sebagai umat Islam justru harus mempercayai sepenuhnya segala apa yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ, baik yang tampak masuk akal maupun yang berada di luar jangkauan akal manusia.
Keimanan kepada hal-hal ghaib adalah salah satu ciri utama orang bertakwa. Ketika kita membenarkan peristiwa Isra' Mi'raj dengan penuh keyakinan, hati kita menjadi tenang dan iman kita semakin kokoh. Ini juga menjadi bukti kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ, karena mencintai beliau berarti membenarkan segala yang beliau sampaikan.
Marilah kita jadikan kisah agung ini sebagai sumber ketakwaan dan penguat keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Jika Allah mampu memperjalankan hamba-Nya dalam satu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke langit, maka Allah juga mampu mengabulkan doa-doa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang luasnya seluas langit dan bumi. Maka perbanyaklah istighfar, perbanyaklah shalawat kepada Nabi ﷺ, dan perkuatlah keyakinan bahwa janji Allah itu pasti benar.
📜 Ayat 10-14 — An-Najm
Terjemah — An-Najm 12
Surat An-Najm Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang…Surat Ayat 12/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








