Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Manāt: Nama berhala besar milik kabilah Hudzail dan Khuza'ah, yang berada di daerah antara Makkah dan Madinah (di daerah Qudaid).
- Ats-Tsāliṡah: Yang ketiga, karena ia disebutkan setelah Al-Lāt dan Al-'Uzzā.
- Al-Ukhrā: Yang lain/terakhir, sebagai sifat yang menunjukkan kehinaan dan kerendahan.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah menyebutkan dua berhala besar kaum musyrikin, yaitu Al-Lāt dan Al-'Uzzā, kini Dia menyebutkan berhala ketiga mereka, yaitu Manāt — berhala yang terletak di daerah Qudaid antara Makkah dan Madinah, yang menjadi sesembahan kabilah Hudzail dan Khuza'ah.
Allah menyebutnya dengan sifat "al-ukhrā" (yang lain/terakhir) sebagai bentuk penghinaan dan merendahkan kedudukannya. Ini seperti firman Allah tentang orang-orang yang lemah di kalangan pengikut Nabi Nuh: *"Qālat ukhrāhum li'ūlāhum"* (orang-orang yang lemah di antara mereka berkata kepada orang-orang yang sombong). Maksudnya: Manāt itu hanyalah berhala yang hina dan tak berdaya, tidak lebih dari batu atau patung buatan tangan manusia.
Dengan menyebut tiga berhala ini secara berurutan, Allah hendak menggugah akal kaum musyrikin: *"Apakah kalian benar-benar mengira bahwa patung-patung ini mampu memberi manfaat atau mudarat bagi kalian? Apakah pantas makhluk yang hina dan tak berdaya ini dijadikan sekutu bagi Allah Yang Maha Kuasa?"*
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita merenung dengan jernih: betapa hinanya sesembahan selain Allah. Patung-patung itu tidak bisa mendengar doa, tidak bisa menolong, bahkan tidak bisa mengusir lalat yang hinggap di tubuhnya. Lalu mengapa manusia rela menghabiskan waktu, harta, dan tenaga untuk menyembah sesuatu yang tak berdaya?
Inilah keagungan Islam yang membebaskan manusia dari belenggu penyembahan terhadap makhluk, dan mengajak mereka hanya tunduk kepada Allah Yang Maha Hidup, Maha Kuasa, dan Maha Mendengar. Betapa indahnya ketika hati kita bersih dari segala kesyirikan, dan kita berserah diri hanya kepada Allah — Dzat yang memegang segala manfaat dan mudarat.
Mari kita jaga hati dan keyakinan kita agar selalu lurus di atas tauhid, menjauhi segala bentuk kesyirikan baik yang nyata maupun yang tersembunyi, seperti riya' dan sum'ah. Karena keselamatan dan kebahagiaan hakiki hanya ada pada keikhlasan beribadah kepada Allah semata.
📜 Ayat 18-22 — An-Najm
Terjemah — An-Najm 20
Surat Ayat 20/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








