Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Al-Akhirah (الْآخِرَةُ): kehidupan setelah dunia, hari pembalasan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
- Al-Ūlā (الْأُولَىٰ): kehidupan dunia yang pertama, tempat manusia beramal dan berusaha.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini menegaskan sebuah kebenaran yang sangat mendasar dalam akidah Islam, yaitu bahwa segala urusan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, sepenuhnya berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak ada seorang pun—baik malaikat, nabi, maupun makhluk lainnya—yang memiliki hak untuk mengatur atau memutuskan sesuatu di luar kehendak Allah. Manusia boleh saja berangan-angan dan berharap, tetapi ketetapan akhir tetap milik Allah semata.
Ayat ini turun sebagai bantahan terhadap orang-orang musyrik yang berharap agar berhala-berhala mereka dapat memberikan syafaat (pertolongan) di sisi Allah. Mereka membayangkan bahwa sesembahan-sesembahan itu akan menjadi perantara bagi mereka di akhirat kelak. Namun Allah dengan tegas menyatakan: "Tidak! Tidaklah seseorang itu mendapatkan apa yang dia angan-angankan, karena sesungguhnya urusan akhirat dan urusan dunia hanyalah milik Allah." Dia memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menahan dari siapa yang Dia kehendaki, sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya yang sempurna.
Dengan demikian, tidak ada satu pun makhluk yang mampu memberikan manfaat atau mudarat kepada manusia, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali dengan izin Allah. Syafaat yang benar hanyalah milik Allah, dan tidak akan bermanfaat kecuali bagi orang yang Allah ridhai. Maka dari itu, seorang mukmin sejati tidak menggantungkan harapannya kepada selain Allah, tidak takut kepada selain Allah, dan tidak beribadah kecuali kepada Allah semata.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: jangan pernah menggantungkan harapan kepada makhluk, karena semua urusan dunia dan akhirat hanyalah milik Allah. Betapa banyak manusia yang menghabiskan hidupnya untuk mengejar dunia, tetapi lupa bahwa pemilik dunia adalah Allah. Betapa banyak pula yang berharap kepada perantara-perantara yang mereka anggap suci, padahal tidak ada yang mampu memberikan syafaat tanpa izin Allah.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai penguat iman kita. Jika kita ingin sukses di dunia, maka gantungkanlah usaha kita kepada Allah, karena Dialah yang memberikan rezeki dan membuka pintu-pintu kebaikan. Jika kita ingin selamat di akhirat, maka ikutilah petunjuk-Nya, karena Dialah yang menentukan siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka. Dengan bertawakal kepada Allah dan berusaha dengan sungguh-sungguh, kita akan merasakan ketenangan hati yang sejati, karena kita tahu bahwa segala sesuatu berada di tangan Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu berharap kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya, dan beribadah hanya kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 23-27 — An-Najm
Terjemah — An-Najm 25
Surat An-Najm Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.Surat Ayat 25/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








