An-Najm · 48/62
Terjemah Transliterasi — An-Najm
وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ  ۝٤٨
Wa annahoo huwa aghnaa wa aqnaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Aghnā: Memberikan kekayaan dan kecukupan kepada hamba-Nya.
  • Aqnā: Memberikan harta simpanan (qunyah) yang menjadikan seseorang merasa cukup dan memiliki tabungan.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat ini bahwa Dialah satu-satunya yang memberikan kekayaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara makhluk-Nya. Kekayaan yang dimaksud bukan sekadar harta melimpah, tetapi juga mencakup rasa cukup dan puas dengan apa yang diberikan. Allah memberikan kecukupan kepada manusia berupa harta benda, rezeki yang berlimpah, serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Selain itu, Allah juga memberikan "qunyah" yaitu harta simpanan yang dijadikan tabungan oleh manusia. Ini adalah nikmat tambahan setelah kecukupan, di mana seseorang memiliki kelebihan harta yang dapat ia simpan untuk kebutuhan masa depannya. Dengan demikian, Allah tidak hanya mencukupkan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan kelebihan yang menjadikan manusia merasa tenang dan tenteram.

Ayat ini mengajarkan kita tentang kemurahan dan kekuasaan Allah yang tiada batas. Dialah yang mengatur perekonomian hamba-Nya, memberikan kekayaan kepada siapa yang dikehendaki dan menahannya dari siapa yang dikehendaki. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu memberikan kekayaan atau menahannya melainkan atas izin Allah semata.


Hikmah dan Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Setiap rezeki yang kita terima, baik yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari maupun yang berlebih untuk tabungan, semuanya berasal dari Allah. Maka sudah sepantasnya kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Ayat ini juga mengingatkan kita agar tidak sombong dengan kekayaan yang kita miliki, karena semua itu hanyalah titipan Allah yang suatu saat akan dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, jadikanlah kekayaan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, membantu sesama, dan menebar kebaikan di muka bumi.

Ketahuilah bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah banyaknya harta, melainkan kekayaan hati yang merasa cukup dengan pemberian Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta dunia, tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati." (HR. Bukhari dan Muslim). Maka perbanyaklah rasa syukur dan qana'ah, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 46-50 — An-Najm

46مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ 
dari air mani, apabila dipancarkan.
47وَأَنَّ عَلَيۡهِ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰ 
Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),
48وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ 
dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,
49وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعۡرَىٰ 
dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra,
50وَأَنَّهُۥٓ أَهۡلَكَ عَادًا ٱلۡأُولَىٰ 
dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Aad yang pertama,
An-NajmIndeks Quran
62Ayat
MakkiyahRevelation
48Ayat

Terjemah — An-Najm 48

Surat Ayat 48/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu