Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَجَّرْنَا (Kami pancarkan): Maksudnya, Kami belah dan jadikan bumi ini memancarkan air dari berbagai celah dan retakannya.
- عُيُونًا (mata air): Bentuk jamak dari kata 'ain, yaitu sumber-sumber air yang memancar keluar dari dalam bumi.
- فَالْتَقَى الْمَاءُ (maka bertemulah air): Yakni air yang turun dari langit dan air yang memancar dari bumi.
- عَلَى أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ (untuk suatu urusan yang telah ditetapkan): Yaitu ketetapan Allah yang telah pasti terjadi, berupa kebinasaan dan tenggelamnya kaum Nabi Nuh.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah kebesaran kuasa Allah dalam ayat yang mulia ini! Ketika Nabi Nuh 'alaihissalam berdoa memohon pertolongan kepada Rabbnya atas kezaliman kaumnya yang terus-menerus mendustakan risalahnya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab doanya dengan jawaban yang sangat tegas dan penuh kekuasaan.
Allah membuka pintu-pintu langit dengan air yang tercurah deras bagaikan air bah yang tiada henti. Bukan hanya itu, Allah juga memerintahkan bumi untuk ikut serta dalam peristiwa besar ini. Bumi yang tadinya padat dan kokoh, tiba-tiba dibelah dan dijadikan sumber-sumber mata air yang memancar dari segala penjurunya. Sungguh, ini adalah pemandangan yang sangat dahsyat! Air dari langit dan air dari bumi saling bertemu, bergabung menjadi satu kekuatan yang sangat besar, dan bersatu padu untuk melaksanakan satu ketetapan yang telah Allah tentukan sejak zaman azali.
Ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa pertemuan air langit dan air bumi itu bukanlah suatu kebetulan atau kejadian alam biasa. Semuanya terjadi atas perintah Allah dan sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan-Nya. Allah telah menggariskan bahwa kaum yang zalim itu akan ditenggelamkan sebagai balasan atas keingkaran dan kesombongan mereka. Maka jadilah air itu pasukan Allah yang taat menjalankan perintah-Nya, menghancurkan segala kezaliman dan meninggikan kalimat kebenaran.
Betapa agungnya kekuasaan Allah! Dialah yang mengatur alam semesta ini sesuai kehendak-Nya. Air yang biasanya menjadi sumber kehidupan, pada saat itu menjadi alat kebinasaan bagi orang-orang yang durhaka. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu di dunia ini tunduk dan patuh kepada perintah Allah, baik itu langit, bumi, maupun air. Tidak ada satu makhluk pun yang dapat menghalangi ketetapan-Nya.
Saudaraku yang dicintai Allah, dari kisah ini kita belajar bahwa Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan berdoa kepada-Nya. Sebagaimana Dia menolong Nabi Nuh dan orang-orang yang bersamanya, demikian pula Allah akan menolong kita apabila kita beriman, beramal saleh, dan bersungguh-sungguh dalam berdoa. Janganlah pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena pertolongan-Nya pasti datang bagi orang-orang yang bertakwa.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga agar kita senantiasa berada di jalan kebenaran, menjauhi kemaksiatan, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan doa dan amal saleh. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 10-14 — Al-Qamar
Terjemah — Al-Qamar 12
Surat Al-Qamar Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah…Surat Ayat 12/55 — Al-Qamar القمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qamar Dengarkan, Al-Qamar Terjemah, Al-Qamar mp3, Al-Qamar pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








