Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- أَوَآبَاؤُنَا (apakah bapak-bapak kami): maksudnya adalah nenek moyang mereka yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
- الْأَوَّلُونَ (yang pertama/terdahulu): yaitu generasi-generasi awal yang telah lama berpulang dan hancur menjadi tanah.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka berkata dengan nada heran dan mengejek: "Apakah benar kami akan dibangkitkan kembali setelah kami mati dan menjadi tanah? Dan apakah juga bapak-bapak kami yang terdahulu — yang telah meninggal berabad-abad lalu, yang jasadnya telah hancur dan berserakan di dalam perut bumi — akan dihidupkan kembali juga?"
Ucapan ini menunjukkan betapa jauhnya mereka dari pemahaman akan kekuasaan Allah yang Maha Besar. Mereka menganggap mustahil bagi Allah untuk menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, padahal Allah-lah yang menciptakan mereka pertama kali dari tiada. Sungguh, menghidupkan kembali setelah mati adalah perkara yang sangat mudah bagi Allah, bahkan lebih mudah daripada penciptaan yang pertama.
Ayat ini adalah bagian dari dialog orang-orang kafir yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yang kemudian dijawab oleh Allah dengan tegas bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Mereka yang mengingkari kebangkitan ini kelak akan menyaksikan sendiri kebenaran janji Allah, ketika mereka dibangkitkan dari kubur untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak ayat yang agung ini. Betapa banyak manusia yang tertipu oleh kehidupannya di dunia, sehingga mereka lupa bahwa suatu saat nanti mereka akan dibangkitkan kembali untuk menghadap Rabb mereka. Padahal, Allah yang Maha Kuasa telah menciptakan langit dan bumi, menghidupkan tumbuhan dari tanah yang kering, dan menurunkan hujan dari awan — semua itu adalah bukti nyata bahwa Allah mampu menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.
Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang meragukan kuasa Allah. Sesungguhnya keimanan kepada hari kebangkitan adalah salah satu rukun iman yang wajib kita yakini dengan sepenuh hati. Barangsiapa yang beriman kepada hari akhir, maka ia akan senantiasa berhati-hati dalam setiap langkahnya, karena ia tahu bahwa segala amal perbuatannya akan diperlihatkan dan dibalas oleh Allah dengan seadil-adilnya.
Marilah kita jadikan keyakinan akan hari kebangkitan ini sebagai motivasi untuk senantiasa berbuat kebaikan, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi segala larangan Allah. Karena sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal dan abadi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam, dan memudahkan kita untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 46-50 — Al-Waqi'ah
Terjemah — Al-Waqi'ah 48
Surat Al-Waqi'ah Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?"Surat Ayat 48/96 — Al-Waqi'ah الواقعة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Waqi'ah Dengarkan, Al-Waqi'ah Terjemah, Al-Waqi'ah mp3, Al-Waqi'ah pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








