Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- A-idza mitna (أَئِذَا مِتْنَا): Apakah apabila kami telah mati?
- Kunna turaban (وَكُنَّا تُرَابًا): Dan kami telah menjadi tanah yang berserakan.
- Wa 'izhaman (وَعِظَامًا): Dan tulang-belulang yang telah hancur dan lapuk.
- A-inna la mab'utsun (أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ): Apakah sungguh-sungguh kami akan dibangkitkan kembali?
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang kebiasaan buruk orang-orang kafir yang ingkar terhadap hari kebangkitan. Mereka selalu mengucapkan dengan nada mengejek dan meremehkan: "Apakah apabila kami telah mati, lalu jasad kami hancur menjadi tanah dan tulang-belulang yang berserakan, benarkah kami akan dihidupkan kembali dan dibangkitkan dari kubur?"
Ucapan ini mereka lontarkan bukan karena benar-benar mencari kebenaran, melainkan sebagai bentuk pengingkaran, ejekan, dan rasa heran yang berlebihan. Mereka menganggap mustahil bahwa Allah yang telah menciptakan mereka dari tiada, mampu menghidupkan kembali jasad yang telah hancur lebur. Padahal, Allah yang Maha Kuasa tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Jika Dia mampu menciptakan alam semesta yang begitu luas dan menciptakan manusia pertama kali dari setetes air yang hina, maka menghidupkan kembali manusia dari tanah adalah perkara yang sangat mudah bagi-Nya.
Sungguh, keingkaran mereka terhadap hari kebangkitan adalah pangkal dari segala kebinasaan. Karena dengan mengingkari adanya kehidupan setelah mati, mereka pun merasa bebas untuk berbuat maksiat dan mengikuti hawa nafsu tanpa rasa takut akan hisab dan pembalasan. Padahal, hari kebangkitan itu pasti terjadi, dan setiap jiwa akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah Yang Maha Adil.
Hikmah dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak. Betapa banyak manusia yang hidup dalam kelalaian, menganggap kematian sebagai akhir dari segalanya. Mereka tertipu oleh dunia yang fana dan melupakan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Padahal, kematian hanyalah pintu menuju kehidupan yang sesungguhnya. Di sanalah setiap amal akan ditimbang, setiap perbuatan akan dibalas, dan setiap jiwa akan menerima balasan yang setimpal.
Janganlah kita termasuk golongan yang meragukan kekuasaan Allah. Sesungguhnya Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, yang menghidupkan bumi setelah matinya dengan menumbuhkan tanaman-tanaman hijau, Dialah yang Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Maka, jadikanlah keyakinan akan hari kebangkitan sebagai pendorong untuk senantiasa beramal saleh, menjauhi larangan-Nya, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk perjalanan panjang menuju akhirat. Karena hari itu pasti datang, dan tidak ada seorang pun yang dapat lari dari ketetapan Allah.
📜 Ayat 45-49 — Al-Waqi'ah
Terjemah — Al-Waqi'ah 47
Surat Al-Waqi'ah Ayat 47 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi…Surat Ayat 47/96 — Al-Waqi'ah الواقعة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Waqi'ah Dengarkan, Al-Waqi'ah Terjemah, Al-Waqi'ah mp3, Al-Waqi'ah pdf. Ayat 45–49. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








