Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Ighdū (اغْدُوا): Berangkatlah di waktu pagi (waktu ghuduww), yaitu waktu antara subuh dan terbit matahari.
- Ḥartsikum (حَرْثِكُمْ): Tanaman atau kebun kurma kalian.
- Ṣārimīn (صَارِمِينَ): Orang-orang yang bertekad memotong/memetik buah (panen).
Tafsir:
Ayat ini menggambarkan percakapan di antara pemilik kebun yang durhaka—yang telah bersumpah untuk memetik hasil kebun mereka di waktu subuh secara diam-diam agar tidak ada orang miskin yang ikut mengambil bagian, sebagaimana diceritakan dalam ayat-ayat sebelumnya. Mereka saling memanggil dan berkata satu sama lain: *"Berangkatlah kalian di waktu pagi menuju kebun kalian, jika kalian benar-benar hendak memetik buahnya."* Maksudnya, mereka bersegera dan bersemangat untuk memanen sebelum matahari terbit, dengan niat buruk untuk menghalangi hak fakir miskin yang selama ini selalu mereka berikan.
Namun, apa yang terjadi? Allah ﷻ menggagalkan rencana jahat mereka. Ketika mereka tiba di kebun, mereka mendapati kebun itu telah binasa dan hangus seperti malam yang gelap gulita—buahnya habis, tanamannya rusak, dan tidak tersisa apa pun. Mereka pun saling menyalahkan dan menyesali keputusan buruk mereka, seraya mengakui bahwa mereka adalah orang-orang yang melampaui batas.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua: bahwa harta yang kita miliki adalah amanah dari Allah ﷻ, dan di dalamnya terdapat hak orang lain yang wajib kita tunaikan. Siapa pun yang menahan hak orang lain dengan kikir dan niat buruk, maka Allah ﷻ akan menghancurkan hartanya dari arah yang tidak disangka-sangka. Sebaliknya, siapa yang bersedekah dan berbagi dengan ikhlas, Allah ﷻ akan melipatgandakan rezekinya dan memberkahi hartanya.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan pernah berhemat dalam kebaikan, jangan menunda-nunda sedekah, dan jangan sekali-kali meremehkan hak sesama. Karena keberkahan harta bukan terletak pada banyaknya, melainkan pada keikhlasan berbagi dan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang bersyukur, dermawan, dan dijauhkan dari sifat kikir yang merugikan diri sendiri di dunia maupun akhirat.
📜 Ayat 20-24 — Al-Qalam
Terjemah — Al-Qalam 22
Surat Al-Qalam Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik…Surat Ayat 22/52 — Al-Qalam القلم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qalam Dengarkan, Al-Qalam Terjemah, Al-Qalam mp3, Al-Qalam pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








