Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- نَذَرَ: meninggalkan, melepaskan.
- آبَاؤُنَا: nenek moyang kami, leluhur kami.
- فَأْتِنَا: maka datangkanlah kepada kami.
- تَعِدُنَا: yang engkau janjikan/ancamkan kepada kami.
Tafsir:
Inilah jawaban kaum 'Ad kepada Nabi Hud 'alaihissalam dengan nada penuh ejekan dan kesombongan. Mereka berkata dengan heran dan mencemooh: "Wahai Hud, apakah engkau datang kepada kami hanya untuk memerintahkan kami menyembah Allah semata, meninggalkan segala sesembahan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kami secara turun-temurun? Sungguh, ini adalah ajaran yang asing dan tidak pernah kami dengar sebelumnya!"
Mereka menganggap bahwa ibadah kepada berhala-berhala warisan nenek moyang adalah kebenaran yang tidak boleh diganggu gugat, padahal itu adalah kebatilan yang nyata. Mereka tidak mau berpikir jernih, tidak mau membuka hati untuk menerima kebenaran, dan justru menantang dengan sombong: "Jika benar engkau seorang rasul yang jujur, maka datangkanlah azab yang engkau ancamkan kepada kami itu! Tunjukkanlah kebenaranmu jika engkau memang termasuk orang-orang yang benar!"
Mereka menantang azab Allah dengan berani, padahal itu adalah bentuk kebodohan dan keangkuhan yang luar biasa. Mereka mengira bahwa ancaman Nabi Hud hanyalah omongan kosong belaka. Padahal, azab Allah itu pasti datang, hanya saja mereka tidak menyadari betapa dahsyatnya siksa yang menanti.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa bahayanya sikap taklid buta (ikut-ikutan) tanpa dasar ilmu. Kaum 'Ad menolak kebenaran hanya karena alasan "itu bukan warisan nenek moyang kami." Mereka lebih memilih mempertahankan tradisi yang sesat daripada menerima petunjuk yang benar.
Padahal, kebenaran itu tidak diukur dari siapa yang mewariskannya, tetapi dari kesesuaiannya dengan wahyu Allah. Janganlah kita menjadi orang yang menolak kebenaran hanya karena gengsi atau karena merasa sudah nyaman dengan kebiasaan lama. Allah memerintahkan kita untuk berpikir, merenung, dan memilih yang terbaik untuk akhirat kita.
Sungguh indahnya Islam yang membebaskan akal dari belenggu taklid buta. Islam mengajak kita mengenal Allah yang Maha Esa, yang menciptakan langit dan bumi, yang memberi rezeki dan kehidupan. Tidakkah kita ingin menjadi hamba yang cerdas, yang menyembah hanya kepada Yang Maha Pencipta, bukan kepada makhluk yang tidak berdaya?
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga. Jangan pernah menunda-nunda untuk beribadah kepada Allah, dan jangan pernah meremehkan ancaman-Nya. Karena azab Allah itu nyata, dan rahmat-Nya pun terbuka lebar bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya sebelum ajal menjemput.
📜 Ayat 68-72 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 70
Surat Al-A'raf Ayat 70 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya…Surat Ayat 70/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 68–72. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








