Al-Muddassir · 11/56
Terjemah Transliterasi — Al-Muddassir
ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا ۝١١
Zamee wa man khalaqtu waheedaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Dzarnī: Biarkanlah Aku (wahai Rasul) untuk mengurusnya.
  • Man khalaqtu wahīdan: Orang yang Aku ciptakan dalam keadaan sendirian, tanpa harta dan tanpa anak.

Tafsir:

Wahai Rasulullah, biarkanlah Aku sendiri yang mengurus orang yang telah Aku ciptakan dalam keadaan sendirian di dalam perut ibunya, tanpa harta dan tanpa anak. Orang ini adalah al-Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi, seorang yang sangat memusuhi kebenaran dan menentang dakwah Islam. Aku telah memberinya harta yang melimpah ruah dan anak-anak yang selalu berada di sisinya di Mekah, tidak pernah jauh darinya. Aku juga telah memudahkan baginya segala jalan kehidupan dengan sebaik-baiknya kemudahan. Namun setelah semua nikmat itu, dia masih berani berharap agar Aku menambah lagi harta dan anak-anaknya, padahal dia telah kufur kepada-Ku dan mengingkari nikmat-nikmat itu.

Sekali-kali tidak! Tidak akan Aku tambahkan baginya sedikit pun, karena sesungguhnya dia telah dengan sengaja menentang dan mendustakan Al-Qur'an serta hujah-hujah Allah yang disampaikan kepada makhluk-Nya. Maka Aku akan membebaninya dengan azab yang sangat berat dan melelahkan, yang tidak ada istirahat baginya darinya. Ini adalah balasan bagi setiap orang yang menentang kebenaran dan memerangi Allah serta Rasul-Nya.

Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah menceritakan tentang orang yang sombong dan kufur nikmat ini. Allah memberinya kekayaan dan keturunan yang banyak, namun semua itu tidak membuatnya bersyukur, malah semakin jauh dari kebenaran. Ini mengingatkan kita bahwa harta dan anak bukanlah ukuran kemuliaan di sisi Allah, melainkan keimanan dan ketakwaan. Janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia, karena bisa jadi itu adalah istidraj (jebakan) yang justru menjauhkan kita dari rahmat Allah. Mari kita jadikan setiap nikmat yang Allah berikan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan untuk bermaksiat dan menentang perintah-Nya. Sungguh, orang yang berbahagia adalah yang menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan, bukan untuk kesombongan dan keangkuhan. Semoga Allah melindungi kita dari sifat seperti al-Walid bin al-Mughirah dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan istiqamah di atas kebenaran.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 9-13 — Al-Muddassir

9فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,
10عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
11ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.
12وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَّمْدُودًا
Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,
13وَبَنِينَ شُهُودًا
dan anak-anak yang selalu bersama dia,
Al-MuddassirIndeks Quran
56Ayat
MakkiyahRevelation
11Ayat

Terjemah — Al-Muddassir 11

Surat Al-Muddassir Ayat 11 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

Surat Ayat 11/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu