Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- كَلَّا: Sungguh tidak demikian, merupakan bantahan terhadap perkataan orang-orang kafir.
- وَالْقَمَرِ: Demi bulan, yaitu sumpah Allah dengan makhluk-Nya yang agung.
Tafsir:
Allah Ta'ala berfirman: "كَلَّا" — yakni tidaklah benar apa yang mereka katakan dan sangkakan. Ayat ini merupakan bantahan tegas terhadap kaum musyrik yang menganggap remeh ancaman Allah dan mendustakan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka berkata bahwa jika neraka itu ada, maka para penjaganya tidak akan mampu menghadapi mereka, atau mereka mengira bahwa syafaat dan perlindungan dari berhala-berhala mereka akan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Maka Allah membantah keyakinan batil ini dengan tegas.
Kemudian Allah bersumpah dengan makhluk-Nya yang agung: "وَالْقَمَرِ" — Demi bulan. Allah mengkhususkan penyebutan bulan dalam sumpah ini sebagai bentuk pemuliaan terhadap makhluk-Nya yang menakjubkan ini, sekaligus sebagai ajakan kepada manusia untuk merenungkan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Bulan yang beredar dalam orbitnya, berubah dari sabit menjadi purnama, kemudian kembali mengecil — semua itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang Maha Agung. Siapa yang mampu menciptakan dan mengatur bulan dengan ketelitian yang demikian sempurna, tentu Maha Kuasa pula untuk membangkitkan manusia dari kubur dan memberi balasan atas setiap amal perbuatan.
Sumpah Allah dengan makhluk-Nya menunjukkan betapa pentingnya perkara yang akan disebutkan setelahnya, yaitu tentang dahsyatnya neraka Saqar dan pedihnya azab Allah bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah Ta'ala mengarahkan pandangan kita kepada alam semesta. Ketika engkau memandang bulan di malam hari yang indah, ingatlah bahwa Allah bersumpah dengannya untuk menegaskan kebenaran ancaman-Nya. Bulan yang engkau lihat bercahaya itu adalah bukti kekuasaan Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lalai. Jika Allah mampu menundukkan bulan dengan keteraturan yang sempurna, maka yakinlah bahwa Allah pasti mampu menghisab setiap hamba-Nya dengan keadilan yang sempurna.
Marilah kita jadikan perenungan terhadap ciptaan Allah sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Setiap kali kita melihat bulan bersinar, ingatlah akan kebesaran Allah, ingatlah akan hari pembalasan, dan perbanyaklah amal saleh untuk bekal kita menghadap Allah kelak. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan diberi kemudahan untuk beramal saleh. Aamiin.
📜 Ayat 30-34 — Al-Muddassir
Terjemah — Al-Muddassir 32
Surat Al-Muddassir Ayat 32 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sekali-kali tidak, demi bulan,Surat Ayat 32/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








