Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- بُكْرَةً (bukratan): waktu pagi, yaitu awal siang.
- أَصِيلًا (ashilan): waktu sore, yaitu akhir siang.
Tafsir:
Wahai Nabi Muhammad, teruslah berdzikir menyebut nama Tuhanmu dengan lisan dan hatimu, serta dirikanlah shalat di waktu pagi (Subuh) dan di waktu sore (Zuhur dan Asar). Perintah ini menekankan agar seorang hamba senantiasa menjaga shalat lima waktu yang merupakan tiang agama dan bentuk dzikir yang paling agung. Dengan menjaga shalat di kedua ujung siang ini, seorang mukmin akan merasakan ketenangan jiwa, terhubung dengan Allah dalam setiap langkah hidupnya, dan terlindungi dari kelalaian serta godaan hawa nafsu.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa dzikir bukan hanya sekadar ucapan di lisan, tetapi juga wujud nyata dalam ibadah dan ketaatan. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk memulai hari dengan mengingat-Nya di pagi hari agar seluruh aktivitas diberkahi, dan menutup hari dengan mengingat-Nya di sore hari sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan sepanjang hari. Ini adalah resep kebahagiaan sejati: ketika hati selalu terpaut kepada Allah, maka hidup terasa ringan, jiwa menjadi tenang, dan setiap kesulitan terasa mudah dihadapi. Mari kita biasakan diri untuk selalu menyebut nama Allah di setiap waktu, terutama di pagi dan sore hari, agar hidup kita senantiasa dalam lindungan dan keberkahan-Nya.
📜 Ayat 23-27 — Al-Insan
Terjemah — Al-Insan 25
Surat Al-Insan Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.Surat Ayat 25/31 — Al-Insan الإنسان (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Insan Dengarkan, Al-Insan Terjemah, Al-Insan mp3, Al-Insan pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








