Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- لَا تُعْجِبْكَ (Janganlah engkau kagum/heran): Janganlah membuatmu takjub dan terpesona.
- أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ (harta dan anak-anak mereka): Merujuk pada harta benda dan keturunan orang-orang munafik.
- يُعَذِّبَهُم بِهَا (menyiksa mereka dengan itu): Menjadikan harta dan anak-anak sebagai sumber penderitaan dan cobaan.
- تَزْهَقَ (melenyap/keluar): Keluarnya ruh dari jasad, yaitu kematian.
- كَافِرُونَ (orang-orang kafir): Mereka yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, janganlah sekali-kali engkau merasa takjub atau terpesona melihat kemewahan harta benda dan banyaknya anak keturunan orang-orang munafik itu. Sesungguhnya Allah ﷻ tidak memberikan semua itu sebagai tanda kemuliaan atau kasih sayang-Nya kepada mereka. Justru sebaliknya, Allah ﷻ hendak menyiksa mereka melalui harta dan anak-anak tersebut di dunia ini. Mereka akan disibukkan dengan mengurus dan mengumpulkan harta, merasakan kelelahan, kekhawatiran, dan berbagai musibah yang menimpa harta mereka. Anak-anak mereka pun menjadi sumber kegelisahan dan kesusahan hati. Semua itu adalah azab duniawi yang dirasakan oleh jiwa mereka.
Kemudian puncak dari azab tersebut adalah ketika maut menjemput mereka dalam keadaan kafir, tanpa iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka mati dalam kesesatan, dan itu adalah azab yang paling besar, yaitu kebinasaan di akhirat kelak. Maka janganlah engkau tertipu oleh gemerlap dunia mereka, karena semua itu hanyalah jebakan dan ujian yang akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip penting dalam memandang kehidupan. Janganlah kita pernah iri atau kagum kepada orang-orang yang bergelimang harta dan banyak anak, jika mereka berada di atas kekufuran dan kemaksiatan. Harta dan anak bukanlah ukuran kemuliaan di sisi Allah ﷻ. Bisa jadi semua itu adalah istidraj — yaitu nikmat yang diberikan Allah ﷻ untuk menjerumuskan mereka secara perlahan ke dalam kebinasaan.
Sebaliknya, seorang mukmin sejati hendaknya memandang segala sesuatu dengan kacamata iman. Yang paling berharga bukanlah banyaknya harta, melainkan keberkahan di dalamnya. Yang paling membanggakan bukanlah banyaknya anak, melainkan kesalehan mereka. Maka perbanyaklah syukur atas apa yang Allah ﷻ berikan, dan jadikanlah harta serta anak-anak kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, bukan sebagai alat yang melalaikan kita dari-Nya. Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu menjaga iman hingga akhir hayat, dan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah, bukan dalam keadaan kafir atau berpaling dari Allah ﷻ.
📜 Ayat 83-87 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 85
Surat At-Taubah Ayat 85 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya…Surat Ayat 85/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 83–87. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







