Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا يَظْلِمُ (laa yazhlimu): Tidak menganiaya, tidak mengurangi hak, dan tidak menambah dosa tanpa alasan yang benar.
- شَيْئًا (syai-an): Sesuatu pun, walau sekecil apa pun, bahkan seberat zarrah (debu) sekalipun.
- يَظْلِمُونَ (yazhlimuun): Menganiaya, merugikan, dan menzalimi.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa Dia sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya, baik dengan cara menambah dosa-dosa mereka tanpa sebab, maupun dengan cara mengurangi kebaikan-kebaikan mereka tanpa alasan yang benar. Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana dalam segala ketetapan-Nya. Dia tidak pernah berbuat zalim kepada siapa pun, walau sebesar biji sawi atau seberat debu sekalipun.
Akan tetapi, manusia sendirilah yang menzalimi dirinya sendiri. Bagaimana tidak? Mereka memilih jalan kekufuran padahal petunjuk telah datang, mereka memilih kemaksiatan padahal ketaatan telah diperintahkan, dan mereka memilih kesesatan padahal kebenaran telah terang benderang. Mereka menzalimi diri sendiri dengan memperturutkan hawa nafsu, bersikeras dalam kebatilan, dan menolak kebenaran karena kesombongan serta keangkuhan. Mereka menghantarkan diri mereka sendiri menuju kebinasaan dan kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat.
Sungguh, ini adalah keadilan Allah yang sempurna. Jika manusia mendapat balasan atas perbuatan buruknya, itu adalah buah dari kezaliman mereka terhadap diri sendiri. Dan jika mereka mendapat pahala atas kebaikannya, itu adalah karunia dan kemurahan Allah semata.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah kabar gembira sekaligus peringatan yang sangat agung. Kabar gembiranya, Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan dibalas dengan berlipat ganda, dan setiap keburukan hanya dibalas setimpal, bahkan Allah Maha Pengampun bagi yang bertaubat. Maka jangan pernah berburuk sangka kepada Allah, karena Dia adalah sebaik-baiknya Hakim dan seadil-adilnya Pemberi keputusan.
Adapun peringatannya, janganlah kita menjadi orang yang menzalimi diri sendiri. Setiap kali kita meninggalkan shalat, setiap kali kita bermaksiat, setiap kali kita menzalimi orang lain, sesungguhnya kita sedang menusuk diri kita sendiri dengan pisau kebinasaan. Allah tidak butuh ketaatan kita, dan Dia tidak dirugikan oleh kemaksiatan kita. Yang rugi hanyalah diri kita sendiri.
Maka marilah kita berbenah diri, kembali kepada Allah dengan taubat yang tulus, dan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi segala bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Ingatlah, Allah selalu membuka pintu ampunan-Nya bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya. Jangan biarkan hawa nafsu dan setan terus menzalimi kita, karena hari esok mungkin saja menjadi hari terakhir kita di dunia ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tidak menzalimi diri sendiri dan senantiasa berada dalam lindungan serta rahmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 42-46 — Yunus
Terjemah — Yunus 44
Surat Yunus Ayat 44 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi…Surat Ayat 44/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 42–46. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








