Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata:
- al-Kanud (الكنود): artinya sangat ingkar dan tidak mengakui kebaikan. Dalam bahasa Arab, kata ini digunakan untuk tanah yang tidak menumbuhkan tanaman, atau orang yang makan sendirian dan tidak mau berbagi. Maknanya adalah orang yang sangat kufur terhadap nikmat, tidak mau bersyukur, dan menolak kebaikan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala bersumpah dengan kuda perang yang berlari kencang, memercikkan bunga api, dan menyerang di waktu subuh, bahwa manusia itu benar-benar sangat ingkar kepada Rabbnya. Manusia diciptakan dengan tabiat yang lupa dan tidak pandai bersyukur. Ia menerima nikmat demi nikmat dari Allah, namun ia mengingkarinya dan berpaling.
Sifat al-kanud (sangat ingkar) ini tampak dalam perilaku manusia sehari-hari: ketika mendapat kebaikan, ia tidak mengakuinya sebagai karunia Allah; ketika diuji, ia berkeluh kesah dan berputus asa. Ia juga enggan mengeluarkan hak Allah dari hartanya, enggan membantu sesama, dan menahan kebaikan yang seharusnya ia salurkan. Padahal seluruh nikmat yang ada padanya—harta, kesehatan, keluarga, dan kehidupan—semuanya berasal dari Allah semata.
Sungguh, manusia itu terhadap Rabbnya benar-benar sangat ingkar dan tidak pandai bersyukur. Ia menyaksikan sendiri betapa banyak nikmat yang Allah limpahkan kepadanya, namun ia tetap berpaling dan mengingkari. Bahkan ia sendiri mengakui dalam hatinya bahwa ia ingkar, namun tetap saja ia tidak mau berterima kasih kepada Allah. Dan salah satu bukti keingkarannya adalah kecintaannya yang sangat besar kepada harta, sehingga ia menahan dan mengumpulkannya dengan berbagai cara, tanpa mau menafkahkannya di jalan kebaikan.
Renungan dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengingatkan kita akan kelemahan diri kita sendiri. Kita sering lalai dan lupa mensyukuri nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. Padahal setiap hembusan nafas adalah nikmat, setiap detak jantung adalah karunia, dan setiap rezeki yang kita terima adalah pemberian-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan sifat ingkar dan kikir menguasai hati kita. Perbanyaklah bersyukur dengan lisan, dengan hati, dan dengan perbuatan. Gunakanlah harta yang Allah titipkan untuk hal-hal yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Ingatlah bahwa harta yang kita nafkahkan di jalan Allah tidak akan pernah berkurang, justru akan dilipatgandakan oleh Allah.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat al-kanud dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 4-8 — Al-'Adiyat
Terjemah — Al-'Adiyat 6
Surat Al-'Adiyat Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,Surat Ayat 6/11 — Al-'Adiyat العاديات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Adiyat Dengarkan, Al-'Adiyat Terjemah, Al-'Adiyat mp3, Al-'Adiyat pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








