Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- بَقِيَّتُ اللَّهِ (Baqiyyatullah): Sisa yang Allah tinggalkan, yaitu rezeki halal yang tersisa setelah kalian menyempurnakan takaran dan timbangan dengan jujur dan adil.
- خَيْرٌ (Khairun): Lebih baik dan lebih berkah.
- بِحَفِيظٍ (Bihafizh): Penjaga yang mengawasi dan menghitung amal perbuatan kalian.
Tafsir Ayat:
Wahai kaumku, sisa rezeki halal yang Allah tinggalkan untuk kalian setelah kalian berlaku adil dan jujur dalam bermuamalah—dengan menyempurnakan takaran dan timbangan, serta tidak mengurangi hak orang lain—adalah jauh lebih baik dan lebih membawa berkah bagi kalian dibandingkan keuntungan yang kalian peroleh melalui kecurangan, pengurangan takaran, atau kerusakan di muka bumi. Keberkahan itu tidak hanya pada nilai materinya, tetapi juga pada ketenangan hati, kebersihan harta, dan ridha Allah yang menyertainya.
Jika kalian benar-benar orang-orang yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang tulus, maka kalian akan meyakini kebenaran ini dan rela menerima apa yang Allah halalkan bagi kalian. Sebab, hanya orang-orang berimanlah yang mampu merasakan manisnya ketaatan dan memahami bahwa rezeki yang berkah meskipun sedikit lebih baik daripada harta yang melimpah tetapi penuh dengan kemurkaan Allah.
Adapun perkataanku: "Aku bukanlah penjaga atas kalian" — maksudnya adalah aku bukanlah pengawas yang senantiasa mengawasi dan menghitung setiap amal perbuatan kalian. Tugasku hanyalah menyampaikan risalah dan perintah Allah kepada kalian. Adapun yang mengawasi, menghitung, dan membalas segala amal perbuatan kalian adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang mengetahui segala yang tersembunyi dan yang tampak. Maka bertakwalah kepada-Nya dalam segala keadaan, karena tidak ada satu pun perbuatan kalian yang luput dari pengetahuan-Nya.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah prinsip kehidupan yang sangat berharga: bahwa keberkahan dalam rezeki jauh lebih utama daripada sekadar banyaknya harta. Betapa banyak orang yang mengumpulkan harta dengan cara curang dan merugikan orang lain, namun harta itu justru menjadi sumber kegelisahan, permusuhan, dan kehancuran. Sebaliknya, betapa banyak orang yang hidup sederhana dengan rezeki halal yang sedikit, namun hatinya tenang, hidupnya bahagia, dan Allah melimpahkan keberkahan dalam setiap hela napasnya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam setiap transaksi dan muamalah kita. Jujurlah dalam berdagang, sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan sekali-kali mengambil hak orang lain dengan cara yang batil. Karena sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Dan ingatlah, meskipun tidak ada manusia yang mengawasi kita, Allah senantiasa Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala perbuatan kita. Maka jadilah hamba yang bertakwa, niscaya Allah akan melimpahkan keberkahan dalam hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
📜 Ayat 84-88 — Hud
Terjemah — Hud 86
Surat Hud Ayat 86 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu…Surat Ayat 86/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 84–88. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








