Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Azwaajan (أَزْوَاجًا): Pasangan-pasangan hidup, yaitu istri-istri.
- Dzurriyyah (ذُرِّيَّةً): Keturunan atau anak cucu.
- Ayah (آيَةٍ): Mukjizat atau tanda-tanda kekuasaan Allah.
- Ajalin (أَجَلٍ): Waktu yang telah ditetapkan.
- Kitaab (كِتَابٌ): Ketetapan yang tertulis di sisi Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah mengutus para rasul sebelum engkau, dan mereka semua adalah manusia biasa yang memiliki istri dan keturunan, bukan malaikat yang tidak menikah dan tidak beranak. Maka apa yang engkau alami—memiliki istri dan anak—bukanlah hal yang baru atau aib, melainkan sunnah para nabi terdahulu. Oleh karena itu, celaan orang-orang kafir dan Yahudi terhadapmu karena memiliki banyak istri adalah celaan yang keliru dan tidak berdasar.
Adapun tuduhan mereka yang lain, bahwa jika engkau benar-benar seorang rasul, mengapa engkau tidak mendatangkan mukjizat yang mereka minta? Maka ketahuilah bahwa seorang rasul tidak akan mampu mendatangkan mukjizat apa pun kecuali dengan izin Allah semata. Para rasul hanyalah hamba yang taat; mereka tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa Allah menurunkan mukjizat sesuai keinginan manusia. Mukjizat itu datang semata-mata atas kehendak dan hikmah Allah, bukan atas permintaan manusia.
Dan bagi setiap perkara yang telah Allah tetapkan, ada waktu dan ketetapan yang telah tertulis di sisi-Nya. Tidak ada yang dapat mendahului atau mengundurkannya. Semua terjadi sesuai dengan takdir dan kebijaksanaan Allah yang Maha Bijaksana.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa para nabi dan rasul adalah manusia biasa yang menjalani kehidupan sebagaimana manusia lainnya—mereka menikah, memiliki keluarga, dan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Hal ini justru menjadi teladan bagi kita bahwa kesalehan dan kenabian tidak menghalangi seseorang untuk hidup normal dan berkeluarga. Bahkan, kehidupan berkeluarga adalah bagian dari sunnah para nabi yang mulia.
Kita juga belajar bahwa mukjizat dan pertolongan Allah datang atas kehendak-Nya semata, bukan atas permintaan manusia. Maka janganlah kita bersedih atau kecewa ketika doa-doa kita belum terkabul, karena Allah memiliki waktu yang terbaik untuk setiap ketetapan-Nya. Yakinlah bahwa setiap ketetapan Allah pasti tepat dan penuh hikmah.
Marilah kita meneladani kesabaran para rasul dalam menghadapi celaan dan hinaan orang-orang kafir. Mereka tetap teguh berdakwah meskipun dihina dan dicela. Begitu pula kita, janganlah pernah berhenti berbuat kebaikan hanya karena celaan manusia. Teruslah berdoa dan berusaha, serahkan segala urusan kepada Allah, karena Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
📜 Ayat 36-40 — Ar-Ra'd
Terjemah — Ar-Ra'd 38
Surat Ar-Ra'd Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan…Surat Ayat 38/43 — Ar-Ra'd الرعد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Ra'd Dengarkan, Ar-Ra'd Terjemah, Ar-Ra'd mp3, Ar-Ra'd pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








