Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lā tamuddanna 'ainaika (لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ): Janganlah engkau panjangkan pandangan matamu, yakni janganlah engkau melihat dengan penuh keinginan dan kekaguman.
- Matta'nā bihī (مَتَّعْنَا بِهِ): Kenikmatan duniawi yang Kami berikan sebagai ujian dan cobaan.
- Azwājan (أَزْوَاجًا): Berbagai macam jenis atau kelompok; yang dimaksud di sini adalah orang-orang kafir yang bergelimang dalam kemewahan dunia.
- Wa akhfidh janāḥaka (وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ): Rendahkanlah sayapmu, maknanya adalah bersikap rendah hati dan lemah lembut.
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, janganlah sekali-kali engkau mengarahkan pandangan matamu dengan penuh ketakjuban dan keinginan terhadap kemewahan duniawi yang telah Kami berikan kepada berbagai kelompok orang-orang kafir. Sesungguhnya harta dan perhiasan dunia yang mereka miliki itu hanyalah kesenangan sementara yang fana, dan Kami berikan kepada mereka bukan karena mereka mulia di sisi Kami, melainkan sebagai ujian dan istidraj (penangguhan azab). Maka janganlah hatimu tertambat pada hal-hal yang bersifat duniawi yang fana itu, karena apa yang ada di sisi Allah berupa kenikmatan surga yang kekal jauh lebih baik dan lebih abadi.
Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka—yakni terhadap sikap mereka yang mendustakan dan tidak mau beriman—karena sesungguhnya tugasmu hanyalah menyampaikan risalah, sedangkan hidayah sepenuhnya di tangan Allah. Kesedihan yang berlebihan terhadap mereka tidak akan membawa manfaat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Adapun terhadap orang-orang yang beriman, maka hendaklah engkau merendahkan sayapmu kepada mereka, yakni bersikap tawadhu', lemah lembut, penuh kasih sayang, dan berakhlak mulia. Janganlah engkau bersikap keras atau angkuh terhadap mereka, tetapi jadilah pemimpin yang penyayang, yang memuliakan mereka, dan yang selalu membuka pintu hatinya untuk mendengar dan membantu mereka.
Sungguh, dalam ayat ini terkandung pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapnya hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Sebagai seorang mukmin, kita tidak sepatutnya iri terhadap kemewahan orang-orang yang jauh dari Allah, karena kenikmatan sejati adalah ketenangan hati dalam iman dan ketaatan. Mari kita jadikan hati kita selalu terpaut pada akhirat, dan jadikan akhlak yang mulia serta kerendahan hati sebagai perhiasan kita dalam bergaul dengan sesama mukmin. Dengan begitu, kita akan meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat, serta menjadi hamba-hamba yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
📜 Ayat 86-90 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 88
Surat Al-Hijr Ayat 88 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah…Surat Ayat 88/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 86–90. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








