Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Jahda aimānihim: Sumpah yang sangat kuat dan sungguh-sungguh, diucapkan dengan penuh penekanan dan keseriusan.
- Balā: Benar, ya, sungguh demikian — kata penetapan yang membantah pengingkaran mereka.
- Wa‘dan ‘alaihi ḥaqqan: Janji yang pasti dan benar yang telah ditetapkan oleh Allah atas diri-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang sikap kaum musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sangat kuat dan sungguh-sungguh, bahwa Allah tidak akan pernah membangkitkan orang-orang yang telah mati. Mereka mengucapkan sumpah ini tanpa dasar ilmu dan tanpa hujjah yang benar — murni karena keingkaran dan kesombongan mereka terhadap kekuasaan Allah.
Maka Allah membantah sumpah mereka dengan firman-Nya: "Bala" — yakni benar, sungguh Allah akan membangkitkan semua yang telah mati. Ini adalah janji yang pasti dan benar yang telah Allah tetapkan atas diri-Nya sendiri. Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali makhluk-Nya sebagaimana Dia menciptakan mereka pertama kali. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena Dialah yang memulai penciptaan dan Dialah yang akan mengembalikannya.
Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui hakikat kekuasaan Allah dan tidak merenungkan bukti-bukti kebangkitan yang ada di sekitar mereka. Mereka melihat bagaimana bumi yang mati menjadi hidup dengan tumbuhnya tanaman setelah hujan turun, namun mereka tetap mengingkari kebangkitan setelah kematian.
Nasihat dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang keimanan kepada hari akhir — salah satu rukun iman yang wajib kita yakini. Kebangkitan setelah mati adalah kebenaran mutlak yang dijanjikan oleh Allah, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Maka betapa beruntungnya orang yang beriman kepada hari pembalasan, karena keimanan ini akan mendorongnya untuk beramal saleh dan menjauhi kemaksiatan.
Janganlah kita termasuk golongan yang mengingkari kekuasaan Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Mari kita renungkan: jika Allah mampu menciptakan langit dan bumi yang begitu luas ini, maka menghidupkan kembali manusia yang telah mati adalah perkara yang jauh lebih mudah bagi-Nya. Sungguh, keimanan kepada hari kebangkitan adalah sumber ketenangan hati dan motivasi terbesar untuk berbuat kebaikan. Semoga Allah meneguhkan iman kita dan memudahkan kita untuk beramal saleh hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 36-40 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 38
Surat An-Nahl Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah…Surat Ayat 38/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








