Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Dakkaa (دَكَّاءَ): rata dengan permukaan bumi, hancur lebur, dan roboh hingga tidak menyisakan ketinggian sedikit pun.
Tafsir:
Ketika Dzulqarnain selesai membangun benteng yang sangat kokoh dari potongan-potongan besi dan tembaga yang dilebur, ia berkata dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati: "Ini semua adalah rahmat dari Tuhanku." Ya, sebuah pengakuan yang sangat dalam dari seorang raja yang perkasa—bahwa segala kemampuan, kekuatan, dan keahlian yang ia miliki hanyalah anugerah dari Allah semata. Bukan karena kehebatan dirinya, bukan pula karena kecerdasan pasukannya, melainkan murni kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dengan benteng ini, Allah melindungi penduduk negeri itu dari kejahatan dan kerusakan Ya'juj dan Ma'juj yang selama ini meresahkan.
Namun, Dzulqarnain—dengan keimanannya yang mantap—tidak pernah menganggap bentengnya sebagai sesuatu yang abadi. Ia melanjutkan: "Apabila telah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh lantak." Maksudnya, ketika waktu yang telah Allah tetapkan untuk keluarnya Ya'juj dan Ma'juj menjelang hari kiamat tiba, maka benteng yang sangat kokoh itu akan diratakan dengan tanah, tidak tersisa sedikit pun. Tidak ada satu makhluk pun yang mampu mencegahnya, karena ketetapan Allah pasti berlaku.
Dan sungguh, janji Allah itu adalah benar dan pasti terjadi. Tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Apa yang Allah janjikan—baik berupa pembalasan, kebangkitan, maupun hari pembalasan—semuanya akan terlaksana dengan sempurna.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Lihatlah bagaimana seorang pemimpin yang hebat seperti Dzulqarnain tetap rendah hati dan mengembalikan segala keberhasilan kepada Allah. Ia tidak sombong dengan kekuatan dan teknologi yang ia miliki. Ia sadar bahwa semua itu hanyalah wasilah, sedangkan yang menentukan segalanya adalah Allah.
Begitu pula dalam kehidupan kita. Betapa banyak nikmat yang kita rasakan—kesehatan, keamanan, rezeki, keluarga yang harmonis—semuanya adalah rahmat dari Allah. Maka, sudah sepantasnya kita selalu bersyukur dan tidak merasa bangga diri dengan apa yang kita miliki.
Dan yang lebih penting lagi, jangan pernah merasa aman dengan kenikmatan dunia yang fana ini. Benteng sekuat apa pun, teknologi secanggih apa pun, dan kekuatan sebesar apa pun, semuanya akan hancur ketika Allah menghendaki. Maka, jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kita. Perbanyaklah amal saleh, perkuat iman, dan selalu bersiap diri menghadapi hari perhitungan. Karena janji Allah itu pasti, dan kehidupan yang kekal adalah di akhirat kelak.
📜 Ayat 96-100 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 98
Surat Al-Kahf Ayat 98 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila…Surat Ayat 98/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








