Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Mihrab: Tempat shalat (mushalla) atau ruang khusus tempat beliau beribadah dan bermunajat kepada Allah.
- Fa-auḥā: Memberikan isyarat (bukan berbicara secara langsung), karena beliau tidak mampu berbicara selama tiga hari sebagai tanda kebesaran Allah.
- Bukratan: Waktu pagi (awal siang).
- 'Ashiyyan: Waktu sore (akhir siang).
Tafsir Ayat:
Setelah Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria dan memberinya kabar gembira tentang kelahiran seorang putra yang bernama Yahya, maka pada pagi hari setelah malam di mana istrinya mengandung, Nabi Zakaria keluar dari tempat shalatnya (mihrab) menemui kaumnya. Kaumnya telah menunggu beliau untuk keluar shalat bersama mereka, namun mereka melihat perubahan pada diri beliau—wajahnya berseri-seri dengan cahaya kegembiraan dan keheranan. Mereka pun bertanya, "Apa yang terjadi padamu, wahai Zakaria?"
Namun karena Allah telah menjadikan beliau tidak mampu berbicara selama tiga hari sebagai tanda kekuasaan-Nya, maka Zakaria memberi isyarat kepada mereka dengan tangannya—bukan dengan ucapan—agar mereka bertasbih dan bershalat kepada Allah di pagi hari dan sore hari. Ini adalah bentuk syukur kepada Allah atas nikmat besar yang telah diberikan kepadanya, yaitu kelahiran seorang putra yang akan menjadi nabi yang saleh.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa nikmat dari Allah hendaknya disambut dengan memperbanyak ibadah dan tasbih, baik di awal maupun di akhir hari. Sebagaimana Nabi Zakaria mengajak kaumnya untuk bertasbih sebagai ungkapan syukur, maka kita pun hendaknya menjadikan pagi dan sore hari kita dipenuhi dengan dzikir dan shalat, agar hati kita selalu terhubung dengan Allah dan nikmat-Nya semakin bertambah.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana seorang nabi yang mulia—Nabi Zakaria—ketika menerima kabar gembira dari Allah, respon pertamanya adalah mengajak kaumnya untuk bertasbih dan beribadah. Ini pelajaran berharga bagi kita: setiap nikmat, sekecil apa pun, adalah hadiah dari Allah yang layak disyukuri. Dan sebaik-baik bentuk syukur adalah dengan memperbanyak dzikir dan shalat. Mari kita biasakan lisan kita basah dengan tasbih di pagi dan sore hari, niscaya hati kita akan tenang, rezeki kita akan diberkahi, dan hidup kita akan dipenuhi dengan cahaya keimanan. Jangan biarkan sehari pun berlalu tanpa mengingat Allah, karena di dalam dzikir itulah ketenangan sejati berada.
📜 Ayat 9-13 — Maryam
Terjemah — Maryam 11
Surat Maryam Ayat 11 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi…Surat Ayat 11/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Wednesday, August 19, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








