Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḥijāban: Tabir atau penghalang yang menutupi dirinya dari pandangan orang lain.
- Rūḥanā: Ruh Kami, yaitu Malaikat Jibril 'alaihis salam.
- Fatamaththala: Maka ia menampakkan diri dalam bentuk rupa.
- Basyaran sawiyyan: Manusia yang sempurna bentuk fisiknya, tidak ada cacat dan kekurangan.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini mengisahkan tentang Maryam binti Imran, seorang wanita suci yang dipilih Allah untuk menjadi ibu dari Nabi Isa 'alaihis salam. Ketika itu, Maryam sedang menyendiri di tempat ibadahnya (mihrab) di Baitul Maqdis. Ia mengambil tabir sebagai penghalang dari keluarganya dan manusia lainnya, agar ia dapat berkhalwat (menyendiri) untuk beribadah kepada Allah dengan khusyuk dan tenang, jauh dari gangguan siapa pun.
Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian mengutus malaikat-Nya yang mulia, yaitu Jibril 'alaihis salam, untuk menyampaikan kabar gembira kepadanya. Jibril menampakkan diri di hadapan Maryam dalam bentuk seorang pemuda yang tampan, sempurna bentuk tubuhnya, tidak ada kekurangan sedikit pun. Hal ini dilakukan agar Maryam tidak terkejut dan dapat menerima pesan yang akan disampaikan dengan lebih mudah, karena melihat makhluk dalam bentuk yang dikenalnya.
Ketika Maryam melihat pemuda itu, ia merasa takut dan khawatir, karena ia adalah wanita yang menjaga kesucian dirinya dan tidak pernah berduaan dengan laki-laki asing. Ia segera berlindung kepada Allah dan berkata, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya: "Sesungguhnya aku berlindung kepada (Allah) Yang Maha Pengasih darimu, jika engkau seorang yang bertakwa."
Kisah ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan Maryam di sisi Allah. Ia adalah wanita yang dipilih, disucikan, dan dimuliakan di atas seluruh wanita alam semesta. Allah menjaganya dengan penjagaan yang sempurna, dan mengirimkan malaikat-Nya untuk menyampaikan wahyu dan kabar gembira kepadanya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Maryam ini mengandung banyak pelajaran berharga bagi kita. Pertama, betapa pentingnya menjaga kesucian diri dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah. Maryam memilih menyendiri dengan tabir untuk beribadah, menunjukkan bahwa seorang hamba perlu memiliki waktu khusus untuk bermunajat kepada Rabbnya.
Kedua, Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang saleh dan bertakwa. Ketika Maryam berada dalam keadaan sulit dan asing, Allah mengirimkan pertolongan-Nya melalui malaikat Jibril. Ini mengajarkan kita bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan jika Allah bersama kita. Sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An-Nahl: 128)
Ketiga, kisah ini menegaskan kemuliaan wanita dalam Islam. Maryam diangkat derajatnya oleh Allah karena ketakwaan dan kesuciannya, bukan karena harta atau keturunan semata. Ini menjadi teladan bagi setiap muslimah bahwa kemuliaan sejati terletak pada iman dan amal saleh.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai renungan dan motivasi untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, menjaga kesucian hati dan perbuatan, serta meyakini bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dicintai dan dimuliakan, sebagaimana Dia memuliakan Maryam binti Imran. Aamiin.
📜 Ayat 15-19 — Maryam
Terjemah — Maryam 17
Surat Maryam Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami…Surat Ayat 17/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








