Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Yanqudūna: Membatalkan, merusak, atau melanggar suatu perjanjian setelah diikat dengan kokoh.
- Mītsāqihī: Perjanjian yang diperkuat dan ditegaskan dengan sumpah, yaitu perjanjian yang Allah ambil dari hamba-Nya.
- Yaqtha'ūna: Memutuskan sesuatu yang seharusnya disambung dan dihubungkan.
- Yufsidūna: Melakukan kerusakan, yaitu segala bentuk kemaksiatan dan pelanggaran yang membawa kebinasaan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan gambaran tentang orang-orang fasik yang telah disebutkan sebelumnya. Mereka adalah golongan yang melanggar perjanjian agung dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu perjanjian yang telah diikat sejak zaman azali ketika Allah mengambil kesaksian dari seluruh jiwa manusia bahwa Dia adalah Rabb mereka. Perjanjian itu diperkuat pula dengan diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab suci sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Mereka tidak hanya melanggar perjanjian tersebut, tetapi juga memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambung, seperti tali silaturahmi, hubungan keimanan antara sesama mukmin, dan kepercayaan kepada seluruh rasul Allah tanpa membeda-bedakan satu pun di antara mereka. Padahal Allah memerintahkan untuk menyambung semua itu dengan kasih sayang, persaudaraan, dan keimanan yang utuh.
Selanjutnya, mereka berbuat kerusakan di muka bumi dengan menyebarkan kemaksiatan, menghalangi manusia dari jalan Allah, dan mengajak kepada kesesatan. Mereka menggantikan kebenaran dengan kebatilan, dan keimanan dengan kekufuran.
Allah menegaskan bahwa mereka itulah orang-orang yang merugi, baik di dunia maupun di akhirat. Kerugian mereka di dunia adalah hilangnya ketenteraman dan keberkahan hidup, sementara kerugian di akhirat adalah siksa yang pedih dan kerugian yang tiada tara. Mereka kehilangan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, dan mereka kekal dalam neraka yang menyala-nyala.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga amanah dan janji. Sebagai seorang mukmin, kita telah mengikat perjanjian dengan Allah untuk beribadah hanya kepada-Nya, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Perjanjian ini bukanlah hal yang ringan, melainkan ikatan yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari kiamat.
Marilah kita jaga silaturahmi dengan kerabat dan keluarga, karena memutuskannya termasuk perbuatan yang sangat dibenci Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Janganlah kita menjadi golongan yang merusak bumi dengan perbuatan maksiat, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya setiap kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri, dan setiap kerusakan yang kita perbuat pun akan menimpa kita pula.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menepati janji, menyambung apa yang diperintahkan untuk disambung, dan senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 27
Surat Al-Baqarah Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh,…Surat Ayat 27/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








