Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- الْقُرُونِ الْأُولَىٰ (al-qurūn al-ūlā): umat-umat terdahulu atau generasi-generasi sebelum masa Nabi Musa, seperti kaum Nabi Nuh, Hud, Shalih, dan lainnya.
Tafsir:
Setelah Nabi Musa 'alaihissalam menyampaikan risalah tentang keesaan Allah dan hari pembalasan, serta menyebutkan bahwa Allah adalah Rabb yang menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk kepada makhluk-Nya, maka Fir'aun—dengan nada ingkar dan sombong—bertanya: "Lalu bagaimana dengan keadaan umat-umat terdahulu? Apa yang terjadi pada mereka? Bukankah mereka juga mengingkari dan tidak mengikuti ajaran seperti yang kamu bawa?"
Pertanyaan Fir'aun ini sebenarnya bukanlah pertanyaan untuk mencari kebenaran, melainkan bentuk penolakan dan pembelaan diri. Ia seolah-olah berkata: "Jika benar apa yang kamu katakan, mengapa nenek moyang kami dan umat-umat sebelumnya tidak mengikuti ajaran ini? Mereka tetap berada di atas keyakinan kami, dan tidak ada yang menimpa mereka sebagai azab." Namun, Nabi Musa 'alaihissalam kemudian menjawab dengan tegas bahwa pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya.
Pelajaran penting dari ayat ini: Janganlah kita meniru sikap Fir'aun yang menjadikan tradisi dan kebiasaan nenek moyang sebagai alasan untuk menolak kebenaran. Kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut atau lamanya suatu keyakinan dianut, melainkan dari kesesuaiannya dengan wahyu Allah dan akal yang sehat. Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui segala keadaan hamba-hamba-Nya, dan setiap umat akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka kerjakan.
Sebagai seorang muslim, kita patut bersyukur karena Allah telah mengutus para rasul secara berkesinambungan untuk menyampaikan petunjuk-Nya. Maka jadilah hamba yang selalu terbuka menerima kebenaran, tidak seperti Fir'aun yang hatinya telah tertutup oleh kesombongan dan keangkuhan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya.
📜 Ayat 49-53 — Taha
Terjemah — Taha 51
Surat Taha Ayat 51 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkata Fir'aun: "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"Surat Ayat 51/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 49–53. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








