Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- ادْفَعْ (adfa'): Tolaklah, hadapilah, atau balaslah.
- بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ (billatī hiya aḥsan): Dengan cara atau sikap yang paling baik.
- السَّيِّئَةَ (as-sayyi'ah): Keburukan, kejahatan, atau perlakuan buruk yang ditujukan kepadamu.
- نَحْنُ أَعْلَمُ (naḥnu a'lam): Kami (Allah) lebih mengetahui.
- بِمَا يَصِفُونَ (bimā yaṣifūn): Terhadap apa yang mereka katakan atau sifatkan (tentang Allah dan tentang dirimu).
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah ﷺ, apabila orang-orang musyrik dan para penentang dakwahmu berbuat buruk kepadamu—baik melalui ucapan yang menyakitkan, ejekan, hinaan, maupun tindakan yang mengganggu—maka janganlah engkau membalas mereka dengan keburukan yang serupa. Akan tetapi, hadapilah keburukan mereka dengan akhlak yang paling mulia dan sikap yang paling indah. Balaslah kejahatan dengan kebaikan, balaslah kebencian dengan maaf dan kasih sayang, serta hadapilah kebodohan mereka dengan kesabaran dan kelembutan hati.
Inilah ajaran Islam yang luhur: seorang mukmin tidak menang dengan membalas dendam, tetapi ia menang dengan memaafkan dan berbuat baik. Sungguh, kebaikan yang engkau berikan kepada orang yang berbuat jahat kepadamu akan menjadi perisai yang memadamkan api permusuhan, melunakkan hati yang keras, dan membuka pintu hidayah bagi mereka yang selama ini menentangmu.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Dia Maha Mengetahui segala apa yang mereka ucapkan dan sifatkan—baik berupa kesyirikan, pendustaan terhadap kebenaran, maupun tuduhan-tuduhan keji yang mereka lontarkan kepadamu seperti menuduhmu sebagai penyihir atau orang gila. Allah tidak pernah lengah sedikit pun terhadap semua itu. Dia akan membalas setiap keburukan mereka dengan balasan yang setimpal dan paling pedih di sisi-Nya. Maka janganlah engkau bersedih hati atau merasa tertekan oleh ucapan-ucapan mereka, karena Allah senantiasa bersamamu dan akan menolongmu.
Pesan Dakwah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip hidup yang sangat agung: *"Balaslah keburukan dengan kebaikan."* Inilah akhlak para nabi dan orang-orang saleh. Ketika seseorang menyakiti kita, syariat tidak melarang kita untuk membela diri, tetapi yang lebih utama dan lebih dicintai Allah adalah memaafkan dan membalas dengan kebaikan. Karena dengan cara itulah hati manusia dapat tersentuh, permusuhan dapat berubah menjadi persahabatan, dan kebencian dapat berubah menjadi cinta.
Renungkanlah wahai saudaraku—betapa indahnya Islam! Islam tidak mengajarkan kebencian, tetapi mengajarkan kasih sayang. Islam tidak mengajarkan dendam, tetapi mengajarkan pemaaf. Maka jadilah pribadi yang pemaaf, karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Dan yakinlah, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu—tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Biarlah Allah yang membalas setiap kezaliman, sedangkan tugas kita adalah menjaga hati tetap bersih dan akhlak tetap mulia. Semoga dengan akhlak yang indah ini, kita menjadi sebab hidayah bagi orang-orang di sekitar kita, dan semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang dicintai dan dimuliakan. Aamiin.
📜 Ayat 94-98 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 96
Surat Al-Mu'minun Ayat 96 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih…Surat Ayat 96/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 94–98. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








