Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَقَرَأَهُ (maka ia membacakannya): Yakni membacakan Al-Qur'an kepada mereka.
- مَا كَانُوا بِهِ مُؤْمِنِينَ (mereka tidak akan beriman kepadanya): Yakni mereka tetap tidak akan beriman, meskipun Al-Qur'an dibacakan dalam bahasa yang mereka pahami sekalipun.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan pembahasan tentang sikap keras kepala kaum musyrik Quraisy dalam menolak kebenaran. Allah Ta'ala memberitahukan bahwa seandainya Al-Qur'an ini diturunkan kepada seseorang yang bukan dari kalangan Arab — bahkan kepada seorang non-Arab yang tidak pandai berbahasa Arab — lalu ia membacakannya kepada mereka dengan bacaan yang fasih dan jelas, maka mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Mereka akan tetap mengingkarinya dan mencari-cari alasan untuk menolaknya, sebagaimana mereka berkata: "Kami tidak memahaminya" atau "Ini adalah sihir yang nyata."
Dengan demikian, alasan mereka bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab bukanlah alasan yang sebenarnya. Sebab, andai kata Al-Qur'an itu dibacakan kepada mereka dalam bahasa yang mereka pahami sekalipun, hati mereka yang telah tertutup oleh kesombongan dan keangkuhan tetap tidak akan menerima kebenaran. Mereka telah memilih jalan kesesatan dan menolak petunjuk, bukan karena ketidakpahaman, tetapi karena keengganan dan kesombongan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa kekufuran itu telah mendarah daging dalam hati mereka akibat kezaliman dan kejahatan yang mereka lakukan. Maka tidak ada jalan bagi mereka untuk berubah dari pengingkaran terhadap Al-Qur'an, kecuali apabila mereka menyaksikan langsung azab yang pedih yang telah dijanjikan kepada mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah hakikat penting: bahwa hidayah itu sepenuhnya di tangan Allah Ta'ala. Sebagus apa pun cara penyampaian, sejelas apa pun bahasa yang digunakan, dan sehebat apa pun metode dakwah yang diterapkan, semua itu hanyalah wasilah (perantara). Yang memberi petunjuk hanyalah Allah semata.
Betapa banyak orang yang mendengar Al-Qur'an dengan bahasa yang ia pahami, namun hatinya tetap membatu dan enggan menerima kebenaran. Sebaliknya, betapa banyak orang yang tidak mengerti bahasa Arab, namun ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, hatinya bergetar, menangis, dan akhirnya memeluk Islam. Ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang abadi, yang mampu menembus hati siapa saja yang dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah.
Maka, marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahkan nikmat Islam dan Al-Qur'an kepada kita. Janganlah kita termasuk golongan yang mendengar ayat-ayat Allah namun enggan merenungkannya. Jadikanlah Al-Qur'an sebagai petunjuk dan cahaya dalam kehidupan kita, serta amalkanlah ajarannya dengan penuh keikhlasan dan kecintaan. Semoga Allah membukakan hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran dan menjauhkan kita dari sifat sombong yang menghalangi hidayah-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 197-201 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 199
Surat Asy-Syu'ara Ayat 199 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak…Surat Ayat 199/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 197–201. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








