Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْكِتَابَ: Al-Qur'an.
- بِالْحَقِّ: dengan kebenaran yang pasti, mengandung kebenaran dalam semua isinya.
- لِتَحْكُمَ: agar engkau memutuskan perkara.
- بِمَا أَرَاكَ اللهُ: dengan apa yang Allah wahyukan dan ajarkan kepadamu, bukan dengan hawa nafsu atau dugaan.
- الْخَائِنِينَ: orang-orang yang berkhianat terhadap amanah dan kebenaran, seperti menyembunyikan bukti atau memutarbalikkan fakta.
- خَصِيمًا: pembela atau penuntut yang memihak kepada seseorang dalam perselisihan.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an kepadamu dengan membawa kebenaran yang mutlak, baik dalam akidah, ibadah, maupun hukum-hukumnya. Tujuan diturunkannya kitab ini adalah agar engkau memutuskan perkara di antara manusia dengan apa yang Allah wahyukan dan ajarkan kepadamu, bukan berdasarkan hawa nafsu, prasangka, atau keinginan pribadi. Allah telah menganugerahkan kepadamu ilmu dan petunjuk yang sempurna untuk menegakkan keadilan di tengah-tengah umat.
Ayat ini turun berkaitan dengan kisah seorang laki-laki dari kalangan Anshar bernama Thu'mah bin Ubairiq yang mencuri baju besi milik Qatadah bin Nu'man. Ia menyembunyikan barang curian tersebut di rumah seorang Yahudi bernama Zaid bin As-Samin, kemudian bersumpah bahwa ia tidak mencuri. Ketika baju besi itu ditemukan di rumah si Yahudi, si Yahudi berkata bahwa Thu'mah-lah yang menitipkannya kepadanya. Hampir saja Rasulullah ﷺ memutuskan untuk memotong tangan si Yahudi berdasarkan bukti lahiriah, namun Allah menurunkan ayat ini untuk menjelaskan kebenaran yang sebenarnya.
Allah berfirman: *"Dan janganlah engkau menjadi pembela bagi orang-orang yang berkhianat."* Yakni, janganlah engkau membela atau membenarkan orang-orang yang berkhianat terhadap amanah, baik khianat kepada diri mereka sendiri dengan menyembunyikan kebenaran, maupun khianat kepada orang lain dengan mengambil hak mereka secara curang. Sebagai seorang pemimpin dan hakim, engkau harus berpegang teguh pada wahyu Allah dan tidak terpengaruh oleh tipu daya atau dalih-dalih palsu yang ditampakkan oleh para pelaku kejahatan.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya kedudukan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Allah menurunkannya dengan kebenaran agar keadilan tegak di muka bumi. Ketika kita menjadikan Al-Qur'an sebagai hakim dalam setiap perselisihan, maka tidak akan ada lagi kecurangan dan kezaliman. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan, bahkan dalam kasus yang paling rumit sekalipun.
Ayat ini juga mengingatkan kita untuk tidak mudah percaya pada penampilan lahiriah seseorang. Banyak orang pandai bersilat lidah dan bersumpah palsu untuk menutupi kesalahannya, tetapi Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi. Sebagai umat Islam, kita harus berhati-hati dalam membela seseorang, jangan sampai kita menjadi pembela bagi orang-orang yang berkhianat hanya karena kita tidak mengetahui hakikat sebenarnya.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan kita, baik dalam urusan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Dengan berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, kita akan selamat dari tipu daya dan kebatilan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menegakkan kebenaran dan menjauhi segala bentuk pengkhianatan. Aamiin.
📜 Ayat 103-107 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 105
Surat An-Nisa Ayat 105 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya…Surat Ayat 105/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 103–107. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








