Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ahlul Kitab: Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menerima kitab suci (Taurat dan Injil).
- Layu'minanna bihi: Pasti akan beriman kepadanya (kepada Nabi Isa 'alaihissalam).
- Qabla mautihi: Sebelum kematiannya (yakni kematian orang Ahli Kitab tersebut, atau ada pula pendapat yang mengatakan sebelum wafatnya Nabi Isa).
- Syahidan: Saksi atas mereka.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menerangkan tentang kepastian iman seluruh Ahli Kitab kepada Nabi Isa 'alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa tidak ada seorang pun dari kalangan Yahudi dan Nasrani melainkan mereka akan beriman kepada Nabi Isa sebelum kematiannya. Hal ini akan terjadi ketika Nabi Isa turun kembali ke bumi di akhir zaman nanti, sebagai tanda dekatnya hari kiamat. Saat itu, beliau akan memimpin umat Islam, menegakkan keadilan, dan menghakimi manusia dengan syariat Islam. Maka ketika itu, seluruh Ahli Kitab yang masih hidup akan melihat kebenaran Nabi Isa dan beriman kepadanya, baik mereka yang dahulu mengingkarinya maupun yang telah menyelewengkan ajarannya. Namun, keimanan yang lahir pada saat menyaksikan kebenaran dengan mata kepala sendiri itu tidak lagi bermanfaat bagi mereka yang sebelumnya kafir, karena iman yang diterima hanyalah iman yang lahir dari keyakinan hati tanpa melihat secara langsung.
Kemudian pada hari kiamat kelak, Nabi Isa 'alaihissalam akan menjadi saksi atas umat-umatnya. Beliau akan bersaksi atas orang-orang Yahudi yang telah mendustakannya dan menuduh ibunya dengan tuduhan keji, serta bersaksi atas orang-orang Nasrani yang telah berlebihan dalam mengagungkannya hingga mengangkatnya sebagai anak Allah. Beliau akan bersaksi dengan kebenaran, bahwa beliau hanyalah hamba Allah dan Rasul-Nya yang diutus untuk Bani Israil.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Betapa agungnya kedudukan Nabi Isa 'alaihissalam di sisi Allah, hingga seluruh Ahli Kitab akan mengakui kebenarannya. Ini juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang benar dan sempurna, yang mengimani seluruh nabi dan rasul tanpa membeda-bedakan mereka. Maka sudah sepantasnya kita sebagai umat Islam bersyukur kepada Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kita, dan kita pun hendaknya menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, serta meneladani akhlak para nabi, termasuk Nabi Isa yang sangat lembut, penyayang, dan taat kepada Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dengan benar dan istiqamah di jalan-Nya hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 157-161 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 159
Surat Ayat 159/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 157–161. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








