Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Adkhulu: Masuklah.
- Abwaba Jahannam: Pintu-pintu neraka Jahannam yang berjumlah tujuh pintu, sesuai dengan tingkatan azab masing-masing.
- Khalidina: Kekal selama-lamanya, tidak pernah keluar darinya.
- Ma’wa: Tempat tinggal dan menetap.
- Al-Mutakabbirin: Orang-orang yang sombong dan angkuh, enggan menerima kebenaran dan merendahkan manusia.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ berfirman kepada para penghuni neraka dengan firman yang penuh kehinaan: *"Masuklah kalian melalui pintu-pintu Jahannam, kalian kekal di dalamnya selama-lamanya."* Ini adalah balasan yang setimpal atas kekufuran dan kedurhakaan mereka kepada Allah di dunia. Mereka yang dahulu membanggakan diri, menolak kebenaran, dan menganggap remeh perintah Allah, kini mereka dipaksa masuk ke dalam pintu-pintu neraka yang telah disediakan khusus bagi mereka. Setiap kelompok dari mereka masuk melalui pintu yang sesuai dengan kadar kekufuran dan kesombongannya.
Kemudian Allah ﷻ menutup ayat ini dengan pernyataan yang sangat pedih: *"Maka seburuk-buruk tempat tinggal adalah tempat tinggal orang-orang yang sombong."* Perhatikanlah, Allah tidak berfirman *"seburuk-buruk tempat masuk"*, melainkan *"seburuk-buruk tempat tinggal"* — hal ini untuk menegaskan bahwa tujuan mereka masuk ke neraka bukanlah sekadar singgah, melainkan untuk menetap dan tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya. Sungguh, neraka adalah sejelek-jelek tempat menetap bagi mereka yang di dunia menyombongkan diri di hadapan Allah dan hamba-hamba-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat keras bagi kita semua. Kesombongan adalah penyakit hati yang paling berbahaya, karena ia menjadi penghalang terbesar antara seorang hamba dengan keimanan dan ketaatan. Orang yang sombong enggan menerima kebenaran karena merasa dirinya lebih tinggi, dan enggan merendahkan diri di hadapan Allah karena merasa dirinya cukup.
Marilah kita renungkan: betapa indahnya jika kita menjadi hamba yang tawadhu' (rendah hati) di dunia, karena Allah ﷻ akan mengangkat derajat orang-orang yang rendah hati. Rasulullah ﷺ bersabda: *"Barangsiapa yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya."* Sebaliknya, orang yang sombong akan dihinakan Allah di akhirat, sebagaimana firman-Nya dalam ayat ini.
Jangan biarkan kesombongan merusak amal ibadah kita. Mari kita selalu berusaha untuk tunduk dan patuh kepada Allah, menerima kebenaran dari siapa pun datangnya, dan menjauhi sikap angkuh dalam pergaulan sehari-hari. Sesungguhnya surga itu diperuntukkan bagi hamba-hamba yang bertakwa dan rendah hati, bukan bagi mereka yang sombong dan membanggakan diri. Semoga Allah ﷻ melindungi kita semua dari sifat tercela ini dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tawadhu' dan dicintai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 74-78 — Gafir
Terjemah — Gafir 76
Surat Ayat 76/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 74–78. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








