Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Lā yarjūna ayyāmallāh: Tidak mengharapkan (tidak takut akan) hari-hari Allah, yaitu hari-hari ketika Allah menimpakan azab dan pembalasan-Nya kepada umat-umat terdahulu yang durhaka. Mereka tidak mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa tersebut.
- Ayyāmallāh: Hari-hari Allah, yakni peristiwa-peristiwa besar dan dahsyat yang Allah timpakan kepada orang-orang kafir di masa lalu sebagai bentuk hukuman dan kekuasaan-Nya.
- Yaghfirū: Memaafkan, mengampuni, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti para rasul-Nya agar mereka memaafkan dan bersikap lapang dada terhadap orang-orang kafir yang tidak mengharapkan pahala dari Allah, tidak takut akan azab-Nya, dan tidak mengambil pelajaran dari hari-hari Allah yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Mereka adalah orang-orang yang berani menyakiti kaum mukminin dengan berbagai macam gangguan dan keburukan.
Allah memerintahkan kaum mukminin untuk memaafkan mereka, bukan karena Allah meridhai perbuatan mereka, tetapi karena Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada setiap kelompok sesuai dengan amal perbuatan mereka. Orang-orang mukmin yang bersabar dan memaafkan akan mendapatkan ganjaran yang besar di sisi Allah, sedangkan orang-orang kafir yang zalim akan menerima pembalasan atas segala dosa dan kejahatan yang mereka lakukan di dunia.
Ayat ini mengajarkan kepada kita keindahan akhlak Islam yang menjunjung tinggi sikap pemaaf dan tidak mudah membalas dendam. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, dan Dia akan mengurus sendiri pembalasan bagi orang-orang yang berbuat zalim. Tugas seorang mukmin hanyalah berbuat baik, bersabar, dan menyerahkan urusan pembalasan kepada Allah yang Maha Adil.
Hikmah dan Pelajaran:
Sungguh indah ajaran Islam ini! Allah mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk tidak sibuk membalas kejahatan orang lain, karena Allah sendiri yang akan membalasnya dengan keadilan-Nya yang sempurna. Sikap pemaaf ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan iman dan keluhuran akhlak. Ketika kita memaafkan, hati kita menjadi tenang, dan kita terbebas dari beban dendam yang merusak jiwa.
Ingatlah, wahai saudaraku yang beriman, bahwa Allah tidak pernah lalai terhadap perbuatan hamba-hamba-Nya. Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, dan setiap kezaliman akan mendapat balasan yang setimpal. Maka, jadilah pribadi yang pemaaf, karena dengan memaafkan, kita sedang meneladani akhlak para nabi dan orang-orang saleh. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik dan memaafkan sesama manusia.
📜 Ayat 12-16 — Al-Jasiyah
Terjemah — Al-Jasiyah 14
Surat Al-Jasiyah Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang…Surat Ayat 14/37 — Al-Jasiyah الجاثية (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jasiyah Dengarkan, Al-Jasiyah Terjemah, Al-Jasiyah mp3, Al-Jasiyah pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








