Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Subḥānaka (سُبْحَانَكَ): Maha Suci Engkau, aku menyucikan-Mu dari segala kekurangan dan sekutu.
- Mā yakūnu lī (مَا يَكُونُ لِي): Tidaklah pantas bagiku, tidaklah layak bagiku.
- Mā laysa lī biḥaqqin (مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ): Sesuatu yang bukan hakku, yang tidak benar bagiku untuk mengatakannya.
- Ta‘lamu mā fī nafsī (تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي): Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, yakni isi hatiku dan segala yang tersembunyi dalam diriku.
- Wa lā a‘lamu mā fī nafsik (وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ): Dan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu, yakni ilmu-Mu yang Maha Luas yang tidak terjangkau oleh makhluk.
- ‘Allāmu al-ghuyūb (عَلَّامُ الْغُيُوبِ): Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tidak terlihat oleh mata dan tidak terjangkau oleh akal.
Tafsir Ayat:
Ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Nabi Isa 'alaihissalam pada hari kiamat nanti, di hadapan seluruh makhluk, sebagai bentuk penghormatan dan juga ujian baginya: "Wahai Isa putra Maryam! Apakah engkau yang mengatakan kepada manusia: 'Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?'"
Maka Nabi Isa 'alaihissalam menjawab dengan penuh ketundukan dan pengagungan kepada Allah, sambil menyucikan-Nya dari segala kekurangan dan sekutu: "Maha Suci Engkau ya Rabbku! Tidaklah pantas bagiku untuk mengucapkan sesuatu yang bukan hakku. Bagaimana mungkin aku yang hanyalah hamba-Mu yang lemah ini mengaku sebagai tuhan? Aku tidak akan pernah mengatakan sesuatu yang tidak Engkau izinkan."
Kemudian beliau melanjutkan dengan adab yang sangat indah: "Seandainya aku pernah mengatakannya, maka sesungguhnya Engkau pasti mengetahuinya, karena tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Mu. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, segala isi hatiku dan pikiranku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui segala perkara gaib, baik yang telah terjadi, sedang terjadi, maupun yang akan terjadi."
Dalam jawaban ini, Nabi Isa 'alaihissalam menunjukkan ketawadukan yang luar biasa. Beliau tidak membantah dengan keras, tetapi menjawab dengan penuh adab, menyucikan Allah, mengakui kelemahan dirinya, dan menyerahkan segala urusan kepada ilmu Allah yang Maha Luas. Beliau juga membebaskan ibunya, Maryam 'alaihassalam, dari tuduhan tersebut, karena beliau tidak pernah mengajarkan kesyirikan, melainkan mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada Allah semata.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang kemurnian tauhid dan kesucian para nabi. Nabi Isa 'alaihissalam adalah hamba Allah yang mulia, bukan tuhan atau anak tuhan sebagaimana diklaim oleh sebagian orang. Beliau sendiri dengan tegas menyangkal dan menyucikan Allah dari segala bentuk kesyirikan.
Renungkanlah bagaimana seorang nabi yang mulia ini menjawab dengan penuh adab dan ketakwaan. Ia tidak marah atau membantah, tetapi justru berserah diri sepenuhnya kepada ilmu Allah. Inilah teladan bagi kita semua: ketika menghadapi pertanyaan atau ujian, hendaknya kita menjawab dengan jujur, rendah hati, dan selalu mengagungkan Allah.
Ayat ini juga mengingatkan kita untuk menjaga lisan kita. Nabi Isa saja tidak berani mengucapkan sesuatu yang bukan haknya, maka bagaimana dengan kita yang sering kali berbicara tanpa berpikir? Mari kita jaga lisan kita dari perkataan yang dapat menimbulkan kesyirikan, kebohongan, atau hal-hal yang tidak bermanfaat.
Yang paling penting, marilah kita selalu memurnikan tauhid kita kepada Allah. Jangan pernah menjadikan siapa pun sebagai sekutu bagi Allah, baik itu nabi, wali, atau makhluk lainnya. Cukuplah Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang kita sembah, tempat kita meminta, dan tempat kita bergantung. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, maka mari kita perbaiki niat dan amal kita hanya karena Allah semata.
📜 Ayat 114-118 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 116
Surat Al-Maidah Ayat 116 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah…Surat Ayat 116/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 114–118. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








