Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- "Mulukan" (مُلُوكًا): Pemimpin-pemimpin yang menguasai urusan diri mereka sendiri, memiliki kekuasaan dan kebebasan setelah sebelumnya diperbudak.
- "Ātākum" (آتَاكُم): Memberikan kepada kalian.
- "Al-'Ālamīn" (الْعَالَمِينَ): Seluruh umat manusia pada zaman mereka.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya, Bani Israil: "Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian, yaitu ketika Allah mengangkat di antara kalian para nabi yang memberi petunjuk dan membimbing kalian ke jalan kebenaran. Allah juga menjadikan kalian sebagai pemimpin-pemimpin yang merdeka, yang menguasai urusan diri kalian sendiri setelah sebelumnya kalian menjadi budak yang tertindas di bawah kekuasaan Firaun dan kaumnya. Dan Allah memberikan kepada kalian berbagai macam kenikmatan yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat-umat lain pada zaman kalian, seperti manna (makanan manis dari langit), salwa (burung puyuh), naungan awan, terbelahnya laut untuk menyelamatkan kalian, dan berbagai nikmat lainnya yang menunjukkan kemuliaan dan kasih sayang Allah kepada kalian."
Allah mengingatkan kita melalui kisah ini bahwa Bani Israil telah menerima nikmat yang sangat besar, namun mereka justru membalasnya dengan kedurhakaan dan pembangkangan terhadap Nabi Musa. Mereka tidak bersyukur atas nikmat-nikmat tersebut, bahkan mereka menolak perintah Allah dan Rasul-Nya. Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ketika Allah memberikan nikmat kepada kita, hendaknya kita senantiasa bersyukur dan taat kepada-Nya.
Saudaraku kaum muslimin, renungkanlah betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah tidak pernah berhenti memberikan nikmat kepada kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Namun, seringkali kita lalai dan lupa untuk mensyukuri nikmat-nikmat tersebut. Mari kita jadikan kisah Bani Israil ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan sampai kita menjadi hamba yang durhaka setelah menerima begitu banyak karunia dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Dia selalu membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya. Maka bersyukurlah, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu."
📜 Ayat 18-22 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 20
Surat Al-Maidah Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah…Surat Ayat 20/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








