Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Syadīdul-'iqāb: Sangat keras siksa-Nya, tidak ada yang mampu menandingi kekuatan siksa Allah bagi orang-orang yang melanggar perintah-Nya.
- Ghafūr: Maha Pengampun, yaitu Allah menutupi dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dan tidak menghukumnya.
- Rahīm: Maha Penyayang, yaitu Allah melimpahkan kasih sayang dan kebaikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang taat.
Tafsir Ayat:
Wahai sekalian manusia, ketahuilah dengan sepenuh keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki dua sifat yang saling melengkapi dalam mengatur kehidupan hamba-hamba-Nya. Pertama, Allah Maha Keras siksa-Nya bagi siapa saja yang bermaksiat dan melanggar batas-batas syariat-Nya. Tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari siksa Allah, karena kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu dan tidak ada yang mampu menghalangi hukuman-Nya. Kedua, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi siapa saja yang bertobat, kembali kepada-Nya, dan menaati perintah-perintah-Nya.
Ayat ini mengajarkan kita tentang keseimbangan antara rasa takut dan harap. Sebagai seorang mukmin, kita harus memiliki rasa takut kepada Allah agar tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan, namun di saat yang sama kita juga harus berharap kepada rahmat dan ampunan-Nya agar tidak berputus asa dari rahmat Allah. Kedua perasaan ini harus berjalan beriringan dalam hati setiap muslim. Rasa takut akan siksa Allah mendorong kita untuk menjauhi larangan-Nya, sedangkan harapan akan ampunan-Nya mendorong kita untuk terus beribadah dan memperbaiki diri.
Allah mengulang kata "Allah" dalam ayat ini untuk menegaskan bahwa baik siksa maupun ampunan itu datangnya dari Dzat yang sama, yaitu Allah Yang Maha Esa. Ini mengajarkan kita bahwa rahmat Allah sangat luas, namun jangan sampai kita terlena dan meremehkan siksa-Nya. Sebaliknya, ketika kita berbuat dosa, janganlah berputus asa karena pintu taubat selalu terbuka. Allah menunggu hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.
Sungguh indah ajaran Islam ini! Allah memperkenalkan diri-Nya dengan dua sifat yang saling beriringan. Ini adalah panggilan kasih sayang dari Allah kepada kita semua. Allah tidak ingin hamba-Nya hidup dalam ketakutan yang berlebihan hingga putus asa, dan juga tidak ingin hamba-Nya hidup dalam kelalaian yang membuatnya berani bermaksiat. Keseimbangan inilah yang akan membawa kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Marilah kita renungkan, betapa besar kasih sayang Allah yang selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bertobat. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh Allah selama hamba tersebut sungguh-sungguh menyesal dan kembali kepada-Nya. Maka janganlah pernah ragu untuk bertobat, karena Allah menunggu kita dengan rahmat-Nya yang tiada batas.
📜 Ayat 96-100 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 98
Surat Al-Maidah Ayat 98 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya…Surat Ayat 98/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








