Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- آلَاءِ: Jamak (bentuk jamak) dari kata *alan* atau *alā'*, yang berarti nikmat-nikmat yang banyak dan beragam.
- رَبِّكُمَا: Rabb kalian berdua (wahai jin dan manusia).
- تُكَذِّبَانِ: Kalian berdua mendustakan.
Tafsir:
Wahai jin dan manusia, nikmat Tuhan kalian yang mana lagi yang kalian dustakan? Sungguh, Allah telah melimpahkan kepada kalian begitu banyak nikmat yang tidak terhitung jumlahnya—nikmat yang bersifat agama maupun duniawi. Nikmat agama seperti diutusnya para rasul, diturunkannya kitab suci, dan petunjuk menuju jalan yang lurus. Nikmat duniawi seperti udara yang kalian hirup, air yang kalian minum, makanan yang kalian santap, serta segala fasilitas yang memudahkan kehidupan kalian di muka bumi ini.
Ayat ini diulang sebanyak tiga puluh satu kali dalam surah Ar-Rahman, sebagai bentuk penghargaan yang agung terhadap nikmat-nikmat Allah, pengingat yang terus-menerus bagi manusia dan jin, sekaligus teguran yang halus namun tegas bagi siapa saja yang mengingkari nikmat-nikmat tersebut. Setiap kali Allah menyebutkan satu nikmat-Nya yang menakjubkan, Dia bertanya: "Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu dustakan?" Seakan-akan Allah berkata: "Wahai hamba-Ku, perhatikanlah! Aku telah memberikan ini dan itu kepadamu. Apakah kamu masih mengingkarinya? Apakah kamu masih tidak bersyukur?"
Sungguh indah jawaban para jin ketika Rasulullah ﷺ membacakan surah ini kepada mereka. Setiap kali baginda sampai pada ayat ini, mereka menjawab dengan penuh ketundukan: "Wahai Rabb kami, kami tidak mendustakan sedikit pun dari nikmat-nikmat-Mu. Segala puji hanya bagi-Mu." Inilah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap hamba yang beriman—ketika disebutkan nikmat-nikmat Allah di hadapannya, ia segera mengakui, bersyukur, dan memuji Allah atas segala karunia-Nya.
Saudaraku, marilah kita renungkan sejenak: setiap detak jantung yang berdetak, setiap tarikan napas yang kita lakukan, setiap langkah kaki yang kita ayunkan—semuanya adalah nikmat yang tak ternilai harganya. Namun betapa sering kita lalai dan lupa untuk bersyukur. Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa menghadirkan rasa syukur dalam setiap keadaan. Karena sesungguhnya, orang yang pandai bersyukur akan ditambah nikmatnya oleh Allah, sedangkan orang yang kufur akan kehilangan keberkahan dalam hidupnya.
Maka, wahai saudaraku dari kalangan manusia dan jin, marilah kita bersama-sama merenungkan pertanyaan Allah ini dengan hati yang jujur. Nikmat Tuhan kita yang manakah yang masih kita dustakan? Tidak ada satu pun! Semua nikmat itu nyata dan terasa dalam kehidupan kita. Maka sudah sepantasnya kita memperbanyak ucapan *Alhamdulillah 'alā kulli hāl*—segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan—dan menjadikan syukur sebagai gaya hidup kita sehari-hari. Dengan demikian, kita akan merasakan kedamaian hati, kelapangan rezeki, dan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat kelak.
📜 Ayat 11-15 — Ar-Rahman
Terjemah — Ar-Rahman 13
Surat Ar-Rahman Ayat 13 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Surat Ayat 13/78 — Ar-Rahman الرحمن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rahman Dengarkan, Ar-Rahman Terjemah, Ar-Rahman mp3, Ar-Rahman pdf. Ayat 11–15. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








