Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḥamūlah: Binatang ternak yang besar dan kuat, mampu digunakan untuk mengangkut beban berat, seperti unta dewasa.
- Farsy: Binatang ternak yang kecil dan rendah, tidak mampu membawa beban, seperti domba, kambing, dan sapi, serta unta muda. Disebut *farsy* karena tubuhnya dekat dengan tanah (hamparan).
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan rahmat dan kasih sayang-Nya menciptakan berbagai jenis binatang ternak untuk kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Di antaranya ada yang dijadikan sebagai *ḥamūlah* — hewan-hewan besar yang siap mengangkut barang-barang berat dalam perjalanan dagang maupun perjalanan jauh, seperti unta dewasa. Dan ada pula yang dijadikan sebagai *farsy* — hewan-hewan kecil yang mudah dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, seperti kambing, domba, dan sapi, yang dagingnya, susunya, dan bulunya menjadi sumber kehidupan bagi manusia.
Allah memerintahkan kita: *"Makanlah sebagian dari apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu"* — yakni dari binatang-binatang ternak yang halal dan baik ini. Nikmat ini bukan untuk diingkari, melainkan untuk disyukuri dengan memanfaatkannya dalam ketaatan dan kebaikan.
Namun, Allah langsung mengingatkan: *"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan."* Ini adalah peringatan yang sangat tegas. Sebab, setan selalu berusaha memalingkan manusia dari jalan Allah. Di antara tipu dayanya adalah membuat manusia menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum musyrikin Arab dahulu ketika mereka membuat-buat aturan sendiri tentang binatang ternak, seperti *baḥīrah*, *sā'ibah*, dan *waṣīlah* — semua itu adalah rekayasa setan yang menyesatkan, bukan berasal dari syariat Allah.
Allah menutup ayat ini dengan peringatan yang sangat jelas: *"Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."* Musuh yang terang-terangan permusuhannya, yang tidak pernah berhenti berusaha menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan dan kebinasaan. Maka, bagaimana mungkin seorang mukmin yang berakal sehat justru mengikuti jejak musuh bebuyutannya sendiri?
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa besar nikmat Allah yang telah kita terima. Binatang-binatang ternak yang kita makan dagingnya, kita minum susunya, dan kita manfaatkan untuk berbagai keperluan — semuanya adalah karunia Allah yang tiada tara. Maka, gunakanlah nikmat ini dengan cara yang diridhai Allah, bukan dengan cara yang dimurkai-Nya.
Jangan pernah biarkan setan mempermainkan hati dan akal kita. Ia akan selalu membisikkan keraguan, membuat kita merasa "lebih pintar" dari syariat, atau menjadikan kita terlalu berlebihan dalam beragama sehingga mengharamkan apa yang Allah halalkan. Kedua sikap ini sama-sama keliru dan sama-sama menjauhkan kita dari Allah.
Jadilah hamba yang bersyukur, yang memakan rezeki halal dengan penuh kesadaran bahwa semua itu adalah anugerah, dan yang menjauhi segala bisikan setan dengan berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Karena hanya dengan itulah kita akan selamat di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 140-144 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 142
Surat Al-An'am Ayat 142 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk…Surat Ayat 142/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 140–144. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








