Al-An'am · 142/165
Terjemah Transliterasi — Al-An'am
وَمِنَ الْأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ۝١٤٢
Wa minal an`aami hamoolatanw wa farshaa; kuloo mimmaa razaqakumul laahu wa laa tattabi`oo khutuwaatish Shaitaan; innahoo lakum `aduwwum mubeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Ḥamūlah: Binatang ternak yang besar dan kuat, mampu digunakan untuk mengangkut beban berat, seperti unta dewasa.
  • Farsy: Binatang ternak yang kecil dan rendah, tidak mampu membawa beban, seperti domba, kambing, dan sapi, serta unta muda. Disebut *farsy* karena tubuhnya dekat dengan tanah (hamparan).

Tafsir:

Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan rahmat dan kasih sayang-Nya menciptakan berbagai jenis binatang ternak untuk kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Di antaranya ada yang dijadikan sebagai *ḥamūlah* — hewan-hewan besar yang siap mengangkut barang-barang berat dalam perjalanan dagang maupun perjalanan jauh, seperti unta dewasa. Dan ada pula yang dijadikan sebagai *farsy* — hewan-hewan kecil yang mudah dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, seperti kambing, domba, dan sapi, yang dagingnya, susunya, dan bulunya menjadi sumber kehidupan bagi manusia.

Allah memerintahkan kita: *"Makanlah sebagian dari apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu"* — yakni dari binatang-binatang ternak yang halal dan baik ini. Nikmat ini bukan untuk diingkari, melainkan untuk disyukuri dengan memanfaatkannya dalam ketaatan dan kebaikan.

Namun, Allah langsung mengingatkan: *"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan."* Ini adalah peringatan yang sangat tegas. Sebab, setan selalu berusaha memalingkan manusia dari jalan Allah. Di antara tipu dayanya adalah membuat manusia menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum musyrikin Arab dahulu ketika mereka membuat-buat aturan sendiri tentang binatang ternak, seperti *baḥīrah*, *sā'ibah*, dan *waṣīlah* — semua itu adalah rekayasa setan yang menyesatkan, bukan berasal dari syariat Allah.

Allah menutup ayat ini dengan peringatan yang sangat jelas: *"Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."* Musuh yang terang-terangan permusuhannya, yang tidak pernah berhenti berusaha menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan dan kebinasaan. Maka, bagaimana mungkin seorang mukmin yang berakal sehat justru mengikuti jejak musuh bebuyutannya sendiri?


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa besar nikmat Allah yang telah kita terima. Binatang-binatang ternak yang kita makan dagingnya, kita minum susunya, dan kita manfaatkan untuk berbagai keperluan — semuanya adalah karunia Allah yang tiada tara. Maka, gunakanlah nikmat ini dengan cara yang diridhai Allah, bukan dengan cara yang dimurkai-Nya.

Jangan pernah biarkan setan mempermainkan hati dan akal kita. Ia akan selalu membisikkan keraguan, membuat kita merasa "lebih pintar" dari syariat, atau menjadikan kita terlalu berlebihan dalam beragama sehingga mengharamkan apa yang Allah halalkan. Kedua sikap ini sama-sama keliru dan sama-sama menjauhkan kita dari Allah.

Jadilah hamba yang bersyukur, yang memakan rezeki halal dengan penuh kesadaran bahwa semua itu adalah anugerah, dan yang menjauhi segala bisikan setan dengan berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Karena hanya dengan itulah kita akan selamat di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan bersyukur. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 140-144 — Al-An'am

140قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
141۞ وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
142وَمِنَ الْأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
143ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۖ مِّنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,
144وَمِنَ الْإِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya? Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Al-An'amIndeks Quran
165Ayat
MakkiyahRevelation
142Ayat

Terjemah — Al-An'am 142

Surat Al-An'am Ayat 142 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk…

Surat Ayat 142/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 140–144. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu