Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- لَا شَرِيكَ لَهُ (Lā syarīka lah): Tidak ada sekutu bagi-Nya. Maksudnya, tidak ada satu pun yang setara atau menyerupai Allah dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya.
- أُمِرْتُ (Umirtu): Aku diperintahkan. Yakni Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan oleh Allah.
- أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (Awwalul muslimīn): Orang yang pertama kali berserah diri. Maksudnya, orang yang pertama kali tunduk dan patuh kepada Allah dari kalangan umat ini.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini merupakan kelanjutan dari doa dan pernyataan tauhid yang diajarkan Allah kepada Nabi-Nya ﷺ. Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa Dia Maha Suci dari segala sekutu, baik dalam rububiyyah-Nya (ketuhanan yang mengatur alam semesta), uluhiyyah-Nya (hak untuk disembah), maupun dalam asma' dan sifat-Nya yang Maha Sempurna. Tidak ada satu makhluk pun yang berhak disamakan dengan-Nya, tidak dalam ibadah, tidak dalam ketundukan, dan tidak dalam pengagungan.
Dengan tauhid yang murni dan ikhlas ini—yakni mengesakan Allah dalam segala hal dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan—Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan oleh Rabbnya. Dan beliau adalah orang yang pertama kali berserah diri, tunduk, dan patuh kepada Allah dari kalangan umatnya. Hal ini karena setiap nabi, keislaman dan ketundukannya kepada Allah senantiasa mendahului keislaman umatnya. Beliau ﷺ adalah teladan pertama dalam kepatuhan, dan umatnya diperintahkan untuk mengikuti jejak beliau dalam ketauhidan dan keikhlasan ini.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya kedudukan tauhid ini. Ia adalah inti dakwah seluruh para nabi dan rasul, dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad ﷺ. Allah tidak menerima amal ibadah seseorang kecuali jika dilandasi oleh tauhid yang murni. Maka, mari kita jadikan ayat ini sebagai renungan: sudahkah kita memurnikan ibadah kita hanya untuk Allah? Sudahkah kita menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi seperti riya' dan sum'ah?
Ketahuilah, kebahagiaan sejati di dunia dan keselamatan di akhirat hanya akan diraih oleh mereka yang berserah diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Sebagaimana Nabi ﷺ menjadi yang pertama dalam ketundukan, maka jadikanlah diri kita termasuk orang-orang yang bersegera dalam ketaatan, mendahulukan perintah Allah atas segala keinginan hawa nafsu. Sungguh, indahnya hidup ketika hati kita tenang dalam naungan tauhid, karena kita tahu bahwa hanya Allah-lah satu-satunya tempat bergantung, dan tiada sekutu bagi-Nya dalam segala hal.
📜 Ayat 161-165 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 163
Surat Al-An'am Ayat 163 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan…Surat Ayat 163/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 161–165. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








