Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- كَذَبُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ: Mereka berdusta terhadap diri mereka sendiri dengan mengingkari perbuatan syirik yang mereka lakukan di dunia.
- ضَلَّ عَنْهُم: Hilang dan lenyap dari mereka, tidak memberi manfaat sama sekali.
- مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ: Apa yang dahulu mereka ada-adakan dan reka-reka berupa sekutu-sekutu bagi Allah serta keyakinan bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat.
Tafsir Ayat:
Perhatikanlah, wahai Rasulullah, betapa mengherankannya keadaan mereka! Di hadapan Allah pada hari kiamat, mereka bersumpah dengan sumpah yang sangat dahsyat bahwa mereka tidak pernah berbuat syirik. Padahal, mereka sendiri yang dahulu menyembah berhala-berhala itu di dunia. Mereka berdusta terhadap diri mereka sendiri dengan pengakuan palsu itu. Dan pada saat yang sama, segala sesuatu yang dahulu mereka harapkan dan mereka yakini sebagai pemberi syafaat—yakni berhala-berhala yang mereka sembah dan jadikan perantara kepada Allah—telah hilang dan lenyap dari mereka. Tidak ada satu pun yang dapat menolong mereka. Mereka benar-benar berada dalam kerugian yang nyata.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa segala sesuatu yang dijadikan sekutu bagi Allah, baik berupa berhala, patung, kuburan keramat, atau apa pun yang diagungkan melebihi ketetapan Allah, akan hilang dan tidak memberi manfaat apa pun pada hari kiamat. Hanya Allah semata yang memiliki kekuasaan untuk memberi syafaat, dan hanya dengan izin-Nya syafaat itu berlaku bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya jika kita menjadikan ayat ini sebagai cermin kehidupan. Allah mengajak kita untuk merenungkan nasib orang-orang yang menaruh harapan kepada selain Allah. Mereka mengira bahwa tuhan-tuhan mereka akan menolong mereka di saat-saat sulit, tetapi ternyata semua itu hanyalah fatamorgana—sesuatu yang tampak nyata di kejauhan, namun ketika didekati, tidak ada apa-apa.
Maka, marilah kita jadikan keyakinan kita murni hanya kepada Allah. Janganlah kita pernah menggantungkan hati kepada makhluk, jabatan, harta, atau apa pun yang bersifat sementara. Karena sesungguhnya, hanya Allah yang Maha Hidup, Maha Kekal, dan Maha Menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertawakal kepada-Nya.
Ayat ini juga mengajak kita untuk selalu jujur terhadap diri sendiri. Jangan sampai kita mengaku beriman, tetapi di dalam hati masih ada kesyirikan yang tersembunyi—seperti riya' (pamer), ujub (bangga diri), atau takut berlebihan kepada makhluk. Semoga Allah membersihkan hati kita dari segala bentuk kesyirikan, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan bertawakal hanya kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 22-26 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 24
Surat Al-An'am Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan…Surat Ayat 24/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








